Menu

Jauh dari Polsek dan Polres, Nagari Sealiran Batang Sumpu Butuh Polisi

  Dibaca : 162 kali
Jauh dari Polsek dan Polres, Nagari Sealiran Batang Sumpu Butuh Polisi
FOTO BERSAMA— Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan bserta jajaran pejabat utama Polres Sijunjung foto bersama saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat Sumpur Kudus, Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Tokoh masyarakat di Kecamatan Sumpur Kudus meminta agar jajaran Kapolres Sijunjung menempatkan anggota polisi di nagari sealiran Batang Sumpu, sebagai upaya pencegahan tindakan kriminalitas dan pembinaan terhadap kenakalan remaja yang seringkali terjadi, serta untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.

Sejumlah nagari yang tergabung kedalam sealiran Batang Sumpu di antaranya, Nagari Sumpur Kudus, Mangganti, Unggan dan Nagari Silantai. Seluruh nagari itu berada dalam wilayah hukum Polsek Sumpur Kudus yang terletak di Nagari Kumanis. Namun, karena akses menuju Polsek cukup jauh, sehingga masyarakat setempat telah mengusulkan untuk membangun pos polisi (Pospol) di daerah nagari sealiaran Batang Sumpu tersebut.

Hal itu diungkapkan Walinagari Sumpur Kudus, Sarijal saat rombongan Polres Sijunjung yang dipimpin langsung oleh AKBP Andry Kurniawan dan pejabat utama polres melakukan kunjungan ke daerah tersebut.

“Nagari se aliran Batang Sumpu sangat membutuhkan adanya penempatan personel polisi. Mengingat sekarang ini banyak terjadi kenakalan remaja dan kriminalitas. Sehingga dengan adanya anggota polisi yang ditempatkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat,” tutur Sarijal saat menyampaikan sambutan pada saat kunjungan Polres Sijunjung, Sabtu (11/7).

“Kita mohon kepada Kapolres Sijunjung untuk menempatkan personel disini, dikarenakan akan dibuatkan pos polisi dalam rangka mengantisipasi kriminalitas dan gangguan Kamtibmas lainnya. Pos polisi tersebut akan di bangun Nagari Sumpur Kudus,” kata Sarijal.

Luasnya daerah dan minimnya akses jalan menjadi kendala utama bagi masyarakat. Bahkan untuk menempuh pusat kabupaten memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan. Ditambah dengan ruas jalan yang rawan bencana alam serta infrastruktur lainnya yang menjadi kendala.

Daerah Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung merupakan salah satu daerah tertua dan menyimpan banyak sejarah. Termasuk awal mula penyebaran agama Islam serta sempat menjadi pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia (PDRI) semasa penjajahan dahulu, yang dibuktikan dengan adanya tugu PDRI dan rumah tinggal Syafrudin Prawira Negara pada masa lampau.

Menanggapi itu, Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin menjelaskan. Salah satu upaya untuk itu dengan membangun pos polisi yang berupa Sub Sektor Polsek Sumpur Kudus. Kemudian penempatan anggota Bhabinkamtibmas yang ada di nagari untuk lebih di maksimalkan.

“Menjaga Kamtibmas yang kondusif adalah peran kita bersama, walaupun Polri merupakan leading sektornya. Tanpa ada kerjasama semua pihak situasi Kamtibmas tidak akan terkendali. Unsur  ninik mamak dan tokoh masyarakat merupakan modal dasar dalam rangka menjamin kerukunan antara masyarakat,” terangnya.

Dengan menempatkan anggota Bhabinkantibmas disetiap nagari agar diberdayakan untuk menangani kasus dan persoalan yang terjadi. “Khusus di Sumpur Kudus ini akan di bangun Sub Sektor Polsek Sumpur Kudus, sehingga ada personel yang selalu disiagakan disana,” ujarnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional