Close

Jatah Pupuk Bersubsidi Petani Habis, Pemko Padang Ajukan Penambahan Kuota ke Provinsi

Syahrial kamat.

AIA PACAH, METRO–Jatah pupuk bersubsidi un­tuk Kota Padang kurang dan nya­ris habis. Untuk memenuhi kebutuhan petani sampai akhir­ tahun 2021, Dinas Per­ta­nian Kota Padang diminta un­tuk segera mengajukan surat ke Dinas Pangan Horti­kul­tura dan Perkebunan Sum­bar untuk penambahan kuota.

“Karena jatah Kota Pa­dang sudah terealisasi se­muanya, sementara kuota untuk kabupaten/kota di daerah lain  belum ter­serap maksimal. Kita min­ta Dinas Pertanian Pa­dang membuat surat segera un­tuk penambahan,” kata Ke­pala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Sya­frizal dalam rapat koor­dinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida di Ba­lai­kota Padang, Aie Pa­cah, Kamis (23/9).

Dijelaskan, nantinya jatah pupuk bersubsidi un­tuk Kota Padang direlokasi ulang. Jatah pupuk ber­subsidi untuk kabupaten/kota yang belum terserap maksimal bisa dipindahkan ke Kota Padang.

Syafrizal menjelaskan, selama ini jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat di Sumbar belum terserap maksimal. Hal itu karena ada daerah yang tak menyerapnya dengan maksimal. Karena kota Padang masih membu­tuh­kan, maka jatah pupuk pa­da daerah-daerah tersebut akan dialihkan ke Kota Padang.

Kepala Dinas Per­ta­nian Padang, Syahrial Ka­mat mengatakan kuota pu­puk  bersubsidi untuk kota Pa­dang memang ber­kurang jika dibandingkan dengan tahun sebe­lum­nya. Jatah untuk tahun 2021 untuk urea adalah sebanyak 792 ton. Jumlah tersebut ber­ku­rang jika dibandingkan de­ngan tahun 2020 yang men­capai 928 ton.

Hal yang sama juga terjadi pada pupuk SP 36 yang pada tahun 2020 di­jatah sebanyak 119 ton, namun pada 2021 hanya 16 ton saja.

Begitu juga jenis pupuk ZA yang pada tahun 2020 berjumlah 112 ton ber­kurang menjadi 18 ton saja di tahun 2021.

Jatah pupuk NPK Pon­skha yang pada tahun 2020 sebanyak 1798 ton ber­kurang menjadi 906 ton di tahun 2021. “Karena jatah kita berkurang, otomatis sampai saat ini semua su­dah terserap. Sampai akhir tahun petani kita masih butuh. Makanya kita akan segera buat surat penam­ba­han ke provinsi,” tandas Syahrial Kamat. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top