Menu

Jasindo & Konsorsium Proteksi Aset & Konstruksi SKK Migas-KKKS

  Dibaca : 160 kali
Jasindo & Konsorsium Proteksi Aset & Konstruksi SKK Migas-KKKS
Direktur Bisnis Strategis PT Asuransi Asuransi Jasindo, Syah Amondaris.

JAKARTA, METRO–SKK Migas menarget­kan produksi minyak se­besar 1 juta barel per hari (bopd) dan 12 BSCFD gas pada 2030. Target ini mem­butuhkan usaha keras, mengingat produksi dari lapangan-lapangan existing mulai menurun. Tanpa dilakukan usaha apapun, pada 2030 lifting minyak mentah diprediksikan ha­nya akan sebesar 281 ribu barel per hari. Padahal berdasarkan Rencana U­mum Energi Nasional (RU­EN), kebutuhan minyak Indonesia pada 2030 sekitar 2,27 juta bopd dan gas 11.7728 mmscfd.

Menurut Direktur Bis­nis Strategis PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Ja­sindo), Syah Amondaris, target SKK Migas tersebut harus didukung semua pihak, termasuk perusa­haan asuransi.

“Melalui dukungan pe­ru­sahaan asuransi, rasa kekhawatiran KKKS terha­dap kegiatan operasional mereka menjadi hilang. Hal ini diharapkan KKKS dapat melakukan kegiatan de­ngan optimal sehingga target yang diberikan terca­pai,” ujar Aris dalam Webi­nar Ruang Eergi bertema Arah Baru Industri Migas Peran Asuransi dalam Me­nunjang Kegiatan Hulu Mi­gas, Rabu (14/7).

Lebih jauh Aris mema­parkan bahwa konsorsium asuransi SKK Migas-KKKS berfungsi sebagai mitigasi risiko terkait aset industri, sumur, dan aset LNG dan proyek konstruksi. Konsor­sium asuransi aset industri, sumur dan aset LNG SKK Migas-KKKS terdiri dari tujuh perusahaan nasional dan Asuransi Jasindo seba­gai leader. Enam peru­sa­haan asuransi lain yaitu PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Au­ransi Wahana Tata, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, dan PT Asuransi Jasaraharja Putera.

Asuransi aset industri dan sumur SKKMIGAS-KKKS/TAC/JOB membe­rikan proteksi terhadap 128 blok migas yang diope­rasikan perusahaan mi­nyak di Indonesia. Periode pertanggungan kali ini ber­langsung selama dua ta­hun dimulai 1 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2023.

Jaminan polis tersebut meliputi aset yang berada di darat (onshore property) dan lepas pantai (offshore property), rangka kapal sekaligus mesin-mesin di dalamnya (hull & machinery), pengendalian sumur (cost of well control), pem­boran ulang (redrilling), serta pembersihan pen­cemaran akibat sumur (pollution & contamination).

Untuk konsorsium asu­ransi proyek konstruksi SKK Migas-KKKS dipimpin pula oleh Asuransi Jasindo dan terdiri dari delapan perusahaan asuransi na­sional. Anggotanya untuk periode 2020-2022 ialah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asu­ransi Astra Buana, PT Asu­ransi Central Asia, PT Asu­ransi Jasaraharja Putera, dan PT BRI Asuransi Indonesia. Sejak periode 2010 hingga kini, konsorsium telah melakukan penu­tu­pan asuransi proyek kons­truksi SKK Migas-KKKS sebanyak 48 unit yang ter­diri dari 34 offshore dan 14 di onshore.

Aris memberikan con­toh tiga proyek terbesar yang pernah ditangani kon­sorsium asuransi. Ketiga­nya ialah Eni Muara Bakau BV-Jangkrik Gas Field Development Project (2014) untuk offshore senilai US­$2,5 miliar, BP Berau Ltd-LNG Train 3 Tangguh Expansion Project (2017) un­tuk offshore US$450 juta dan onshore US$2,5 mi­liar, PT Pertamina EP Ce­pu-Jambaran Tiung Biru Gas Unitization Project (2017) untuk onshore US­$861 juta.

Sejak 2010-2021, kon­sorsium telah melakukan pembayaran klaim seba­nyak 121 untuk asuransi aset dan konstruksi. Aris merincikan bahwa klaim asuransi aset terbesar mencapai 97 senilai US$323 juta dan klaim asuransi konstruksi mencapai 24 senilai US$200 juta se­hing­ga total mencapai US$523 juta. Hal tersebut dilakukan karena pihaknya me­nya­dari sepenuhnya bahwa kelancaran pembayaran klaim merupakan salah satu yang dapat memuas­kan nasabah.

“Dan angka itu bukan­lah jumlah yang kecil. Di sinilah kami konsorsium asuransi berperan. Dapat dibayangkan jika proyek itu tidak ditanggung asu­ransi berapa besar cost yang harus ditanggung negara? Inilah sinergi yang bagus antara perusahaan asuransi dengan SKK Mi­gas-KKKS,” ujarnya.

 Di sisi lain, konsorsium asuransi selalu mengu­tamakan mitigasi risiko melalui engineering survey programme. Ada tiga survei yang dilakukan yaitu survei risiko untuk me­ngevaluasi profil risiko dari operasional KKKS, survei valuasi untuk memperoeh nilai pertanggungan yang memadai, dan survei pe­nge­boran untuk menge­valuasi profil risiko dari aktivitas pemboran.

Total survei yang di­lakukan pihaknya selama 2012-2021 sebanyak 313. Dari total tersebut, survei risiko yang terbanyak dila­kukan mencapai 145, sur­vei valuasi 127, dan survei pengeboran 41.(*/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional