Menu

Jasad Korban Crane Mekkah Dikubur di Tanah Suci

  Dibaca : 911 kali
Jasad Korban Crane Mekkah Dikubur di Tanah Suci
Penyerahan APD dari Audy Joinaldy di Kabupaten Solok.
IMG-20150914-WA0004

Kondisi terakhir crane yang ambruk di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, dijepret pukul 04.00 WAS (08.00 WIB), Senin (14/09/2015)

PADANG, METRO–Keluarga korban meninggal dunia karena insiden crane terguling di Masjidil Haram, Mekkah, Nurhayati Rasad Usman (65) diminta mengikhlaskan jenazah almarhumah dikuburkan di tanah suci Mekkah. Jamaah haji kelompok terbang (Kloter) Padang 4 itu, dipastikan tidak akan dipulangkan ke Indonesia.

Seorang jamaah haji asal Padang, dr Irzanto Yunda yang dihubungi POSMETRO tadi malam menyebutkan, jenazah Nurhayati telah diserahkan Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia. ”Tadi serah terima jenazahnya, diwakilkan Ketua Kloter 4 Padang,” sebut Irzan yang waktu kejadian, sudah berada di pemondokan.

Menurut Irzan, adiknya Soni dan ibunya yang juga tengah berhaji, masih berada di lokasi, saat kejadian Jumat (11/9) malam. ”Saat itu, mereka masih di lokasi, dan langsung menyaksikan kejadian dan korban. Soni juga terlibat dalam pengurusan jenazah, terutama yang dari Indonesia,” katanya.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Kementerian Agama RI, Arsyad Hidayat dalam pers realese yang diterima koran ini Minggu (13/9) sore menyebutkan, jamaah haji yang meninggal akan dimakamkan di kota tempat dia wafat. Jika jamaah haji tutup usia di Mekkah, akan dimakamkan di pemakaman Sharaya.

”Untuk pemakaman bagi mereka yang wafat pada pertistiwa ini atau yang wafat pada hari-hari berikutnya, itu akan dimakamkan di daerah Sharaya. Pemerintah menjamin, yang wafat akan di-badal-kan (menggantikan haji karena meninggal dunia) tanpa ada biaya tambahan,” kata Arsyad.

Dia menyebut, selain keluarga diminta ikhlas, pemerintah juga tidak menyediakan fasilitas mengangkut ke tanah suci untuk melihat jamaah haji yang wafat. Artinya, tidak ada fasilitas untuk keluarga korban datang ke Arab Saudi. Pengurusan jenazah semuanya dilakukan oleh maktab tempatnya bernaung. Mulai dari proses memandikan, menyalatkan, hingga memakamkan.

Berdasarkan data dari Crisis Center Korban Crane di Masjidil Haram Daerah Kerja Mekkah, Arsyad menyebut, jamaah asal Indonesia yang meninggal dunia sampai dengan pukul 24.00 WAS (04.00 WIB) adalah sebanyak 7 orang. Bertambah lima orang dari semula. Data tersebut berdasarkan hasil kesaksian dengan melihat kondisi jenazah para korban jamaah haji dari Indonesia.

”Sampai saat ini (kemarin sore), jenazah ke-5 (tambahan) korban tambahan masih berada di tempat pemulasaran jenazah di Al Mu’assyim, Mekkah. Korban luka mencapai 41 orang, tersebar di RS Arab Saudi 30 orang, di BPHI sebanyak 1 orang dan yang sudah kembali ke pemondokan 10 orang,” katanya.

Syahid dan Surga

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sumbar Salman K Memet menghaturkan duka yang mendalam atas peristiwa ini. Dia mendoakan, agar keluarga yang ditinggalkan tabah dalam menjalani cobaan ini. ”Kami mendoakan, semoga almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik, syahid dan surga,” katanya, kemarin.

Kanwil juga menginstruksikan kepada Kakan Kemenag Kota Bukittinggi untuk berkunjung ke rumah duka di Bukittinggi. “Insya Allah, saya juga akan menuju ke rumah duka. Kami berharap, korban yang mengalami luka-luka cepat sembuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Bukittinggi, Khamidir begitu sulit dihubungi, hingga malam tadi. Beberapa staf Kemenag di Bukittinggi menyebutkan, hingga malam, Kemenag belum berhasil menghubungi keluarga korban. ”Besok (hari ini, red), Kakan Kemenag akan ke rumah duka di Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang, Bukittinggi,” sebutnya.

Sementara Pj Wali Kota Bukittinggi Abdul Gafar mengatakan, jamaah haji asal Bukittinggi yang meninggal di Masjidil Haram Mekkah sudah menjadi tanggung jawab dan di bawah pengawasan Kloter penerbangan jamaah haji Indonesia.

”Namun, nanti setelah jamaah haji kembali ke Indonesia maka akan dilaporkan kepada kita, jamaah haji Indonesia asal Kota Bukittinggi meninggal di Mekah karena musibah crane rubuh,” ujar Abdul Gafar via handphone-nya tadi malam.

Dikatakan Gafar, jamaah haji asal Bukittinggi atas nama Nurhayati Rasad Usman akan dimakamkan di tanah haram. Sebab, dimakamkan di tanah suci itu merupakan meninggal di jalan Allah SWT. Maka tak heran kadang-kadang jamaah haji menginginkan berkubur di tanah suci.

Ditambahkan, hari ini Senin (14/9)  jajaran Pemko Bukitttinggi bersama Kemenag Bukittiggi melayat ke rumah duka jamaah haji yang diterbangkan di dengan Kloter 4 ini di Kota Bukittinggi. “Kita tentu mengharapkan keluarga duka yang berada di Kota Bukittinggi merelakan keluarga mati sahid di tanah suci Mekah,” ujar Gafar. (age/ben/boy/wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional