Menu

Januari “Solar” B30 Dijual di Sumbar

  Dibaca : 462 kali
Januari “Solar” B30 Dijual di Sumbar
Pergantian Tahun, Pertamina Jamin tak ada Kelangkaan BBM
PADANG, METRO—Untuk menyerap melimpahnya produksi sawit nasional, pemerintah telah menciptakan dan akan segera memasarkan bahan bakar jenis biodiesel 30% atau dikenal dengan B30 secara massal. Di Sumbar “solar” B30 ini juga akan mengisi sekitar 120 SPBU yang ada di 19 Kabupaten/Kota mulai Januari 2020.
Sales Area Manager Retail Pertamina Sumbar, I Made Wira Pramarta menyebutkan, untuk stok B30 tetap akan dipasok dari Terminal BBM Teluk Kabung, Bungtekab Padang. Karena, Pertamj a pusat menyebutkan telah menyiapkan stok untuk semua wilayah untuk dijual mulai 1 Januari 2020 mendatang.
“Saya baru bertugas di Sumbar ini. Tugas Pertamina pusat ke saya ya meningkatkan pemasaran dan mengedukasi masyarakat soal produk-produk Pertamina. Termasuk sosialisasi B30 yang merupakan lanjutan dari produk B20 yang sekarang ada di pasaran. Meski minyak nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) nya naik 10 persen, disebutkan kualitas BBM-nya lebih baik,” katanya saat silaturahmi dengan para pemimpin redaksi media cetak dan online di Padang, Kamis (26/12).
Selain B30, kata Wira, jelang, saat dan usai tahun baru 2020 nanti, stok BBM aman. Karena semua depot-depot siap menyuplai ke seluruh SPBU yang ada di Sumbar. Namun, yang dikhawatirkan adalah cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana alam di sejumlah titik yang mentakibatkan arus transportasi terganggu.
“Kalau stok kita aman dan rasanya cukuplah untuk tahun baru. Tapi kalau terjadi bencana dan jalan-jalan putus, itu yang kita khawatirkan dan harus diantipasi. Apalagi katanya Sumbar saat ini sedang siaga mencana sampai akhir Februari 2020,” sebut Wira yang mengatakan terus menyosialisasikan BBM jenis Pertalite lebih baik dari Premium. Apalagi Pertamax dan Pertamax Plus yang menempati urutan RON lebih tinggi.
Wira menegaskan, setiap tahunnya kelangkaan BBM tidak bisa diprediksi. Karena amat bergantung kepada fluktuasi harga minyak dunia. “Seperti Dexlite (sejenis solar) yang bisa naik-turun mengikuti harga minyak dunia dengan sangat cepat. Jika harga naik, tentu permintaan terhadap minyak akan beralih pada subsidi dengan beragam cara. Terjadilah antrean mengular biodiesel dimana-mana,” katanya.
Wira menegaskan, pemahaman tentang semakin tinggi harga semakin baik kualitas BBM masih belum merata di Sumbar. Bahkan, keyakinan Premium lebih baik daripada Pertalite masih terus ada. Apalagi hal ini diperparah dengan bengke-bengkel nakal yang menegaskan hal tersebut kepada konsumen atau langganannya.
“Di MOR (Marketing Area Region) 1 kita, Aceh memiliki kesadaran terhadap pentingnya kualitas BBM paling baik. Karena penggunaan Premium di sana tinggal 20 persen saja lagi dibanding Pertalite dan Pertamax. Kalau di Sumbar masih 48 persen atau fifty-fifty. Sementara di Pulau jawa sudah ada yang sampai 10 persen. Itu salah satu sebabnya di Sumbar masih tinggi angka antrean Premium,” tegasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional