Menu

Jangkau Pelosok dan Stabilkan Harga, Pertamina Usung Program Satu Desa Satu Pangkalan

  Dibaca : 294 kali
Jangkau Pelosok dan Stabilkan Harga, Pertamina Usung Program Satu Desa Satu Pangkalan
PANGKALAN— Salah satu pangkalan gas elpiji dihadirkan di setiap desa sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer.

PADANG, METRO
Menjamurnya pengecer elpiji, menyebabkan mereka memainkan harga elpiji bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. Akibat ulah para pengecer, pasokan elpiji juga tak jarang tersedot habis.

Alhasil memunculkan isu kelangkaan di masyarakat. Guna mendekatkan produk elpiji kepada masyarakat, khususnya di daerah pelosok, Pertamina mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa satu pangkalan.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo mengatakan, program OVOO bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan layanan elpiji, sehingga masyarakat tidak perlu lagi membeli dengan harga tinggi di pengecer.

“Untuk wilayah Sumbar, OVOO sudah mencakup 18 kota dan kabupaten, lebih dari 160 kecamatan dan di lebih dari 1.100 kelurahan,” tutur Roby.

Roby menambahkan, saat ini jumlah pangkalan di Sumbar sejumlah 3.455. Jumlah ini meningkat setelah adanya program OVOO dimana sebelumnya pangkalan di Sumbar sejumlah 2.943.

Ia mengungkapkan, pencapaian OVOO di Sumbar hingga saat ini adalah 99,6 persen. Target OVOO 100 persen di wilayah Sumbar hingga Desember 2020. Akhir tahun 2020, ditargetkan seluruh wilayah Sumbar telah hadir OVOO.

“Program OVOO ini dikhususkan untuk menambah pangkalan elpiji di wilayah-wilayah pelosok pedesaan. Bukan di wilayah perkotaan seperti misalnya Padang, yang jumlah pangkalannya sudah banyak. Jika terlalu banyak pangkalan di satu wilayah, maka jatah pasokan per pangkalan menjadi terlalu kecil. Karena meski jumlah pangkalan ditambah, kan kuotanya tetap alias tidak ikut bertambah,” terang Roby.

Berdasarkan catatan Pertamina, sepanjang Januari hingga Juli 2020 ini, konsumsi elpiji di Sumbar sudah mencapai angka lebih dari 20,9 juta tabung untuk elpiji 3 Kg dan 6.593 Metrik Ton (MT) untuk elpiji nonsubsidi. Untuk menghindari tabung elpiji bersubsidi dijual kembali oleh pengecer, Pertamina menetapkan satu kepala keluarga hanya boleh membeli satu tabung elpiji bersubsidi.

Sementara itu, di sisi BBM, Pertamina kembali melanjutkan program cashback. Cashback sebesar 30 persen, dapat dinikmati konsumen yang melakukan pembelian Pertalite, Pertamax Series, dan Dex Series menggunakan aplikasi MyPertamina. “Kami harapkan, cashback ini dapat membantu masyarakat dalam situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB),” pungkas Roby. (rgr)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional