Close

Jangan sekadar Digusur, PKL di kota Padang Butuh Lokasi untuk Berjualan

Djunaidy Hendri Ketua Komisi I DPRD Padang.

SAWAHAN, METRO–Se­kretaris Komisi I DPRD Padang, Budi Syah­rial mengapresiasi langkah Satpol PP dalam pener­ti­ban pasangan ilegal di wis­ma penginapan yang tidak berizin di kota Padang. Begitu juga lapak pedagang kaki lima (PKL), kafe yang berjualan di lokasi fasilitas umum dan tempat ter­la­rang lainnya.

“Kita acungkan jempol kinerja penegak perda dan berharap aparat Satpol PP bersama tim lainnya bergerak terus. Siapa pun pemiliknya sikat habis. Termasuk punya wakil rakyat dan oknum lainnya,” ujar kader Gerindra ini, Kamis (23/6).

Ia mengatakan, undang-undang dasar tidak mengatur pejabat publik atau pihak lain boleh berbuat kesalahan. Intinya, Satpol PP yang bergerak harus babat rata pemilik, pelaku usaha yang menyalahi dan jangan tebang pilih. “Apalagi angek-angek cirik ayam,” ucapnya.

Menurut Budi, jika kota ini ingin bersih dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah, maka,semua pihak harus ikuti SOP yang ditetapkan. Baik itu UUD 1945 atau Pergub, Perwako yang dibuat oleh kepala daerah dimana saja berada pada NKRI.

Ia menambahkan, bila kota bersih dan rapi dari maksiat dan perbuatan menyimpang lainnya, tentu pengunjung, wisatawan akan sering datang ke sini. Imbasnya, pemasukan PAD Kota  Padang bertambah. Ekonomi masyarakat juga berputar dan pembenahan sarana dan pra­sarana dapat dilakukan ber­tahap oleh Pemko Pa­dang.

“Kita berharap kesadaran masyarakat, pelaku usaha menjalankan aturan yang telah ada. Supaya pihak yang dirugikan tak ditemukan serta pemilik, pelaku usaha yang berusaha menikmati hasilnya dengan baik,” paparnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Padang, Djunaidy Hendri meminta Pemko Padang melakukan pem­binaan terhadap PKL selain berusaha menata lokasi jualannya ditempat yang dibolehkan.

“PKL harus diberikan penyuluhan, dibina. PKL jangan sekadar digusur, tapi tak dicarikan tempat mereka berjualan. Padahal, mereka itu (PKL) adalah salah satu potensi ekonomi di Kota Padang. Mereka (PKL) itu kan tidak mengganggur, bisa menghaislkan uang sendiri, karena itu mereka perlu dibina juga,” ujar kader PKS ini.

Ia menyampaikan, kebanyakan warga cende­rung membuka usaha aktifitasnya. Maka, perlu perhatian lebih pada mereka. Agar usaha berkembang pe­sat dan ekonomi bergerak. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top