Close

Jamin Ketersediaan Logistik Saat Bencana, Sumbar Ajukan Penambahan 28 Lumbung Sosial kepada Kemensos

TINJAU ANAK KORBAN GEMPA— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meninjau kondisi anak-anak korban gempa di Pasaman Barat (Pasbar) beberapa waktu lalu.

 PADANG, METRO–Ketersediaan logistik salah satu elemen penting dalam mitigasi kebenca­naan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menghadirkan lumbung sosial sebagai untuk menyediakan logistik saat terjadi bencana.

Lumbung sosial adalah tempat penyimpanan berbagai keperluan dan logistik tanggap darurat bencana. Seperti bahan makanan, tenda, selimut, peralatan dapur, dan sebagainya. Lumbung sosial merupakan upaya pendekatan bantuan darurat bencana di garis terdepan bagi ma­syarakat terdampak bencana.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi Ansharullah melalui Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Arry Yuswandi me­ngatakan peran lumbung sosial menjadi amat vital bagi korban bencana.

Dinsos Sumbar menurutnya, mengajukan penambahan 28 lumbung sosial ke Kementerian Sosial (Kemensos). Keberadaan lumbung sosial ini, khususnya di daerah-daerah ra­wan bencana, diharapkan bisa menjadi solusi ber­bagai pesoalan logistik yang kerap terjadi saat bencana terjadi.

 “Seperti yang terjadi saat gempa Mentawai kemarin kan. Karena akses ke sana terbatas. Kami kan sulit mengirimkan bantuan logistik dari Padang de­ngan cepat. Nah, tapi lan­taran di sana sudah ada lumbung sosial, persoalan itu dapat teratasi,” kata Arry saat ditemui di kantornya, Senin (17/10).

 “Lumbung sosial ini tidak harus dibangun ba­ru. Bisa jadi memanfaatkan bangunan yang su­dah ada, seperti kantor wali nagari, rumah iba­dah, dan seterusnya,” katanya.

Di Sumbar, saat ini terdapat sebanyak 10 titik lumbung sosial yang tersebar di dua kabupaten, de­ngan rincian sebanyak delapan titik di Kepulauan Mentawai dan dua titik di Kabupaten Solok.

Tahun ini, Pemprov Sumbar kembali mengajukan penambahan seba­nyak 28 lumbung sosial, yang rencananya akan di­tempatkan di daerah se­panjang pesisir pantai, yang memang dinilai rawan bencanan gempa dan tsunami.

Masing-masing lumbung sosial tersebut disebar di empat titik di Kota Padang, tiga titik di Kota Pariaman, tiga titik di Kabupaten Padang Pariaman, 15 titik di Kabupaten Pesisir Selatan, dan tiga lumbung di Kabupaten Pasaman Barat.

“Proposalnya sudah kami ajukan ke Kemensos, dan Dirjen Limjamsos, yang membawahi bidang ini, merespons positif permintaan kami. Beliau bilang siap memfasilitasi,” tutur Arry.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top