Menu

Jamaah Asal Bukittinggi Meninggal jadi Korban Crane Mekah

  Dibaca : 1673 kali
Jamaah Asal Bukittinggi Meninggal jadi Korban Crane Mekah
Timw AR Center menyerahkan bantuan uang tunai dan beras dari Andre Rosiade kepada keluarga Ria di Mata Air, Padang Selatan.

Jamaah haji wafat

PADANG, METRO–Duka kembali melanda. Kali ini, crane berukuran besar jatuh menimpa ratusan jemaah yang tengah melakukan persiapan shalat maghrib di Masjidil Haram, Mekkah. Laporan terakhir menunjukkan, 107 anggota jemaah tewas dan sedikitnya 238 orang terluka. Dan sekitar 36 jemaah yang menjadi korban berasal dari Indonesia.

Begitu juga bagi sejumlah jemaah haji yang berasal dari Sumbar. Informasi yang tidak pasti membuat keluarga korban yang mendapat musibah robohnya crane di Mekkah, Arab Saudi tersebut panik. Hingga kini, keluarga korban masih menunggu kepastian nasib anggota keluarganya yang menjadi korban robohnya crane.

Informasi yang dihimpun POSMETRO, Sabtu (12/9) sekitar pukul 21.20 WIB kemarin, ada seorang JCH Indonesia asal Bukittinggi yang ikut menjadi korban meninggal dalam bencana tragis tersebut. JCH yang bernama Nurhayati binti Rasyid Usman (70) dari embarkasi PDG itu dilaporkan meninggal.

Salah satu jemaah asal Padang, dr Irzanto Yunda dan adiknya Soni saat ditanyai via WhatsApp Mesengger membenarkan tentang informasi tersebut. Saat ini, tengah dilakukan pengurusan jenazah. Belum pasti, apa akan dipulangkan atau dikubur di Mekkah. “Saat ini, Soni terlibat langsung dalam pengurusan jenazahnya,” tulis Irzan.

Begitu juga yang dirasakan oleh keluarga Zulfitri Zaini (65) yang dikabarkan ikut menjadi korban dan dilaporkan menderita luka. Zal Fini (45), adik kandung dari Zulfitri Zaini ketika ditemui POSMETRO di kediamannya di Jorong Sungai Rotan, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, Sabtu (13/9) mengaku masih menunggu kepastian kabar dari kakaknya.

Zal Fini yang terlihat panik menunggu kabar kepastian nasib kakaknya di Mekkah, berharap petugas yang berwenang dalam melaksanakan haji hendaknya lebih cepat memberikan kabar seputar musibah yang menimpa jemaah haji di Mekah. Sejauh ini, pihak keluarga baru mendapat informasi dari pemberitaan di televisi.

Namun informasi tersebut semakin membuat pihak keluarga korban merasa tidak tenang. Bukannya tidak ada upaya dari keluarga korban untuk mencari kepastian kabar tentang keluarganya yang terkena musibah jatuhnya crane di Mekkah.

Zal Fini mengaku semenjak mendapat kabar adanya berita jatuhnya crane di Mekah dan menimpa sejumlah jemaah Haji asal Indonesia, apalagi salah satu korban disebut-sebut bernama Zulfitri Zaini yang berangkat dengan nomor kloter 3, dirinya telah berulangkali menelpon kakaknya. Sejauh ini belum dapat tersambung sehingga pihak keluarga masih menunggu kepastian nasib saudaranya di Mekah.

Zulfitri Zaini yang merupakan PNS, Guru di SMP N 1 Gunung Talang ini memiliki  satu orang anak dan berangkat ke Mekkah bergabung dengan jamaah haji asal daerah Kabupaten Solok. “Kita Berharap kepada Kemenang untuk memberitahu keluarga tentang keberadaan jamaah haji di Mekkah yang terkena musibah. Kami baru menerima berita simpang siur terkait nasib salah seorang keluarga kami yang dikabarkan ikut menjadi korban jatuhnya crane di Mekkah,” ujar Zal Fini.

Di rumah keluarga korban masih terlihat sepi. Pada umumnya, masyarakat sekitar belum mengetahui secara pasti kabar robohnya crane di Mekkah menimpa salah seorang warga mereka. Untuk itu, pihak keluarga masih berharap kepastian nasib jemaah haji asal Kabupaten Solok yang dikabarkan ikut menjadi korban robohnya crane di Mekkah.

Sementara, Kardinal, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Solok mengatakan, dari informasi sementara yang diterimanya memang ada jemaah haji asal Kabupaten Solok yang ikut menjadi korban robohnya crane di Mekkah. Informasi yang diterimanya kondisi korban mengalami luka-luka dan masih dirawat di salah satu rumah sakit di Mekkah.

Terpisah, Kakanwil Kemenag Sumbar, Salman mengatakan, hujan badai dan angin deras membuat crane di Arab Saudi tumbang dan menaranya jatuh ke bagian dalam Masjidil Haram disaat jutaan para penjiarah dari berbagai negara di dunia sedang melaksanakan ibadah haji. Sebanyak 36 Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia luka-luka dan enam orang diinformasikan meninggal dunia akibat tertimba alat berat di Masjidilharam, Jum’at lalu.

“Kejadian ini memang luar biasa,” ujar Kakanwil Kemenag Sumbar sesuai dengan instruksi dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.

Ia mengakui akibat hujan deras dan angin kencang di Mekkah, alat berat yang digunakan untuk perluasan Masjidilharam terjatuh. ”Ada jamaah kita sebanyak 36 orang JCH Indonesia yang terluka dan sudah dibawa ke rumah sakit di Jiyad, Arab Saudi,” katanya.

Untuk Sumbar sendiri, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataaan terhadap jemaah yang disebutkan menjadi korban. Sementara ini, data yang diperoleh ada lima jemaah yang menjadi korban dari Sumbar yakni, Tri Murti Ali (PDG-003), Zulfitri Zaini Haji (PDG-003), Zalniwarti Munaf Umma (PDG-004) dan Ali Sabri Selamun (PDG-007).

“Kita akan melakukan semua upaya agar bisa membantu para jemaah. Selain itu, Menag juga mengimbau agar jemaah yang akan melaksanakan umrah qudum (kedatangan) menunda dulu ibadahnya sampai situasi di Masjidilharam dinyatakan aman,” paparnya.

Rilis resmi pemerintahan kerajaan Arab Saudi bidang pertahanan dan keamanan melalui Twitter menyebutkan, lebih dari 150 korban terluka dalam kecelakaan tersebut. Setidaknya 65 orang dinyatakan tewas di altar masjid utama Masjidilharam tersebut. Dilansir dari media luas (BBC, red), pihak otoritas Arab Saudi belum mengetahui apa penyebab dari kecelakaan tersebut.

Namun, beberapa gambar yang diabadikan menunjukkan bahian dari palang crane berwarna merah tersebut patah dan jatuh menghantam atap masjid disaat Mekkah sedang mengadakan musim haji tahunan. Beberapa hari terakhir Makkah memang dihajar badai pasir, bahkan terjadi hujan es yang disertai angin kencang. Insiden terjadi saat suasana di dalam Masjidilharam penuh jamaah. Selain menjalankan shalat Magrib berjamaah, sebagian jamaah melaksanakan umrah.

CJH Indonesia Tewas Menjadi 6 Orang
Korban tewas jamaah asal Indonesia akibat musibah jatuhnya crane di Masjidilharam, Makkah juga kemungkinan bertambah. Data yang diperoleh JPNN (grup POSMETRO, red) dari Sansur Kes Makkah per 12 September 2015 pukul 01.30 waktu Arab Saudi, korban asal Indonesia sebanyak 36 jamaah.
Rinciannya, dari semua dua korban meninggal, tambah empat lagi, jadi ada enam korban tewas. 30 jamaah masih dalam perawatan medis. “Wafat 2+4=6 orang. Tambahan jemaah wafat (4 orang) sedang dikonfirmasi dengan COD. Jemaah semula dirawat di RS Al-Nur,” demikian data terbaru Sansur Kes Makkah.

Yang dirawat RSAS tercatat 13 di RS Zahir dan 1 orang di RS Al-Nur. Yang dirawat BPHI tercatat 7 orang. Sedang yang Rawat Sektir, tercatat 8 orang di sektor 4 dan 1 orang di sektor 7. “Kegiatan pelayanan haji terus berjalan. Satu jam yang lalu, kunjungan menteri agama di BPHI Madinah,” ujar seorang petugas medis asal Indonesia. (age/vko/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional