PADANG, METRO— Hubungan antara media dan Kementerian Agama bukanlah hubungan sepihak, melainkan simbiosis mutualisme yang saling menguatkan. Media membutuhkan Kemenag sebagai sumber informasi yang kredibel, sementara Kemenag membutuhkan media sebagai jembatan komunikasi dengan publik. Jika dikelola dengan baik, hubungan ini akan memperkuat literasi keagamaan publik, moderasi beragama, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi keagamaan negara.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Edison, jajaran kepala bidang, dan pembimas, dalam gelaran Coffee Morning bersama belasan media relations di ruang rapat Kakanwil Kemenag Sumbar, Kamis (24/9).
“Hubungan media relations dan Kemenag dalam konteks saling membutuhkan dapat dipahami sebagai bentuk kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Media butuh informasi dan akses, sementara Kemenag butuh publikasi dan diseminasi informasi di tengah masyarakat,” tegas Mustafa membuka pertemuan.
Dalam membangun kemitraan ini, Kakanwil menekankan lima prinsip yang harus dijaga. Pertama, timbal balik (reciprocity), di mana kedua pihak memberi dan menerima manfaat. Kedua, transparansi, informasi yang diberikan harus akurat dan tidak menyesatkan. Ketiga, independensi media, media tetap kritis dan tidak menjadi alat propaganda.
“Keempat, profesionalisme, hubungan dibangun atas dasar kerja sama kelembagaan, bukan kepentingan pribadi. Kelima, etika komunikasi Dan memahami SOP masing masing, yang dikedepankan demi menjaga kode etik jurnalistik dan kode etik ASN,” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan capaian serta kinerja berdampak Kemenag melalui ekspos capaian Asta Protas, prestasi, dan inovasi. Selain mengerjakan rutinitas, Kanwil Kemenag Sumbar menggulirkan sejumlah program inovatif.
Pertama, program Berani (Bedah Rumah Bina Penghuni) melalui Bidang Penaiszawa, serta Program Karena (Kamis Rezeki Nyata Antar Sesama) yang sudah terlaksana 28 kali Kamis dengan bantuan disalurkan kepada 114 keluarga penerima paket. Sedikitnya Rp23.076.440 telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ada pula Program Catin Nampak (Nampak Berdampak) dan Geber MAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid) yang dimotori Bidang Urais. Bidang Pendidikan Madrasah menggulirkan transformasi digital Roblox STEM bagi guru dan siswa MA bekerja sama dengan Ruang Guru, program ngaji kurikulum, program satu pengawas minimal satu madrasah piloting KBC (Kurikulum Berbasis Cinta), serta rehabilitasi pasca bencana di madrasah dan ponpes sebanyak 45 lembaga.
Bidang Papkis dengan program LPQ Bersinar dan pesantren ramah anak, transformasi PKPPS menjadi SPS. Bimas Hindu dengan program Utsawa Dharma Gita untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menghafal, dan melantunkan Dharma Gita dengan baik dan benar. Tak ketinggalan Bimas Buddha dengan program Karma Bhakti membersihkan area Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara.
Di akhir arahan, Kakanwil membeberkan sejumlah prestasi penghargaan di Kemenag Sumbar. Enam penghargaan bagi guru di kompetisi internasional, 36 tingkat nasional, dan 84 untuk provinsi. Prestasi siswa madrasah Sumbar tahun 2026 tercatat 122 total juara 1, 89 juara 2, dan 80 tropi juara 3 dalam even nasional dan internasional. Termasuk 38 santri yang berlaga di tingkat internasional, 19 santri berhasil membawa gelar juara 1 hingga harapan 3.
“Selain itu, Kemenag juga memberikan bantuan bagi masjid dan mushala untuk pembangunan, dan operasional pasca bencana 2025 dimana tercatat, 13 masjid 16 musala. Serta 3 Kantor Urusan Agama (KUA) yang terkena dampak bencana tahun 2025 yang lalu,”pungkasnya. (rom)






