Menu

Jalankan Bisnis Prostitusi Berkedok Lontong Malam, Ibu dan Anak Dihukum 5 Tahun Penjara

  Dibaca : 956 kali
Jalankan Bisnis Prostitusi Berkedok Lontong Malam, Ibu dan Anak Dihukum 5 Tahun Penjara
PROSTITUSI— Ibu dan anak yang terlibat dalam prostitusi berkedok lontong malam di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Koto Tangah diperiksa JPU Lidya di kantor Kejaksaan Negeri Padang beberapa hari lalu.

PADANG, METRO
Ibu dan anak yang terjerat kasus prostitusi berkedok lontong malam di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Koto Tangah dijatuhi hukuman lima tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim saat sidang putusan pada Pengadailan Negeri Kelas IA Padang yang digelar melalui video converence (vidcon), Rabu (10/6).

Ketua Majelis Hakim, Khairuddin saat membacakan amar putusannya mengatakan, sesuai dengan fakta-fakta persidangan, terdakwa H (54) bersama dengan anaknya D (30) terbukti bersalah melakukan ekpoitasi terhadap anak di bawah umur.

“Terdakwa melanggar pasal 76 I jo pasal 88, undang-undang nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-undang nomor 23, tentang perlindungan anak. Hal-hal yang memberatkan, terdakwa merusak masa depan korban. Dengan ini menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama lima tahun kurungan penjara, denda Rp 200 juta dan subsider tiga bulan kurungan,” kata Khairuddin.

Namun, putusan yang dijatuhkan hakim kepada ibu dan anak yang menjalankan bisnis prostitusi itu lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa. Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana selama enam tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan.

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, pada tanggal 10 Januari 2020, penyidik ditreskrim Polda Sumbar mendapat informasi dari masyarakat, tentang praktek prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur. Terhadap informasi tersebut, polisi bergerak ke jalan Adinegoro nomor 19, Kecamatan Koto Tangah.

Sebagaimana diketahui, kasus prostitusi berkedok kos-kosan di Jalan Adinegoro Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang dijalankan oleh ibu dan anak terungkap oleh Ditreskrimum Polda Sumbar, Jumat (10/1) lalu. Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan dua orang sebagai otak pelaku dari bisnis prostitusi itu yakni wanita berinisial H (54) dan anaknya berinisial D (30).

H berperan sebagai mami yang mengendalikan operasional bisnis prostitusi tersebut. Sementara anaknya D, berperan mencarikan wanita dewasa maupun anak di bawah umur untuk dipekerjakan melayani lelaki hidung belang.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan lima orang di dalam rumah tersebut. Dua orang yakni H dan D ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan tiga orang wanita yang salah satunya anak di bawah umur ditetapkan sebagai korban kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Aktivitas prostitusi yang dijalankan ibu dan anak ini sudah berjalan sejak lima bulan. Kedua pelaku menjual wanita kepada lelaki dengan bayaran rata-rata Rp 300 ribu. Lelaki yang memakai wanita tersebut menyerahkan uang kepada pelaku D dan kemudian diserahkan kepada pelaku H. Para wanita yang dijual tinggal di rumah itu. Uang dari hasil prostitusi digunakan pelaku H untuk membeli kebutuhan harian mereka dan sebagian diserahkan kepada para korban.

Agar masyarakat setempat tidak curiga dengan aktivitas prostitusi itu, pelaku menggunakan kedok kos-kosan dan menjual makanan. Sementara pelanggan melakukan eksekusi jasa prostitusi di dalam rumah tersebut. Dari penggerebekan itu, kepolisian menyita barang bukti uang tunai Rp 219 ribu, pil KB, pakaian dalam dan tiga KTP elektronik. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional