Menu

Jalan Tol Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar

  Dibaca : 248 kali
Jalan Tol Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Sumbar
NARASUMBER WEBINAR— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menjadi pembicara sekaligus narasumber pada Webinar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jumat (7/8) di rumah dinas Gubernur.

PADANG, METRO
Pembangunan jalan tol merupakan program nasional yang secara pusat langsung dikomandoi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan jalan tol ini dikontrol, diawasi serta dikawal melalui Kementerian PUPR dan kementerian lainnya, Kapolri dan Makamah Agung. Tujuannya, mendorong agar pembangunan jalan tol berjalan dengan lancar dan sukses.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno sebagai pembicara sekaligus narasumber pada Webinar Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan tema, “Tantangan dan Strategi Investasi Pembangunan Jalan Tol di Era New Normal”, Jumat (7/8) di rumah dinas Gubernur.

Webinar diikuti oleh Direktur Strategi Korporasi HCM PT PP (Persero) Tbk, Yul Ari Pramuraharjo, Dosen FEB UMJ ASN LAPAN, Brian Pratistha. Serta moderator yaitu dosen FEB UMJ, Eddy Irsan Siregar dan dosen, peneliti, mahasiswa, investor.

Irwan menyebutkan, ruas jalan tol dari Padang ke Pekanbaru sekitar 240 kilometer. Kemudian seksi Padang menuju Sicincin, merupakan koridor yang agak lambat proses pembangunannya, karena pembangunannya nanti akan menembus ke Bukit Barisan.

“Untuk sekarang ada dua tahap yang sedang diproses tahap satu 0-4 kilometer, dan tahap kedua 4-36 kilometer. Totalnya 36 kilometer ini semua sedang diproses. Baik pembebasan lahan dan juga pengerasan maupun pengerjaannya,” tukas Irwan.

Irwan menjelaskan, pembangunan jalan tol tersebut bertujuan sebagai pendukung pengembangan infrastruktur bagian daerah pantai barat yang jauh tertinggal pertumbuhan ekonominya dibandingkan di timur Sumatera.

“Jadi sangat penting pembangunan infrastruktur jalan tol bagi Sumbar, karena tembus ke kawasan timur Sumatera. Sehingga bisa menggerakkan ekonomi di daerah pantai barat dan akan mendorong investasi, sebagai bagian dari modal untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi di Sumbar,” ungkapnya.

Irwan menambahkan, ada beberapa hal penting selain pertumbuhan ekonomi. Yakni pengembangan wilayah, karena daerah barat secara umum ekonominya agraris dan daerah wisata yang mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai destinasi wisata.

Irwan menyebutkan, untuk pembangunan jalan tol ini dananya sudah ada. Namun pembangunannya berjalan tetapi agak lambat, meski sudah hampir 5 kilometer pembangunannya sudah berjalan. Diakuinya, masih ada beberapa persoalan yang terkait pembangunan jalan tol.

“Yakni persoalan pembebasan lahan. Karena di Sumbar ada tanah ulayat yang dimiliki oleh kaum yang sudah mempunyai ratusan keluarga yang memiliki hak yang sama, Sehingga menjadi tanah pusaka tinggi,” ungkapnya.

Irwan menjelaskan, lahan yang terpakai untuk pembangunan jalan tol tersebut, banyak berada di tanah ulayat yang diatur oleh ninik mamak yang dituakan dalam suatu kaum, sehingga tidak bisa tuntas cepat. “Kondisi ini sebuah dinamikan persoalan kelanjutan pembangunan jalan tol di Sumbar. Pemprov Sumbar melakukan kerjasama dengan pemkab dan pemko, agar dapat tersedianya lahan jalan tol. Selain itu pemerintah akan membangun jaringan jalan tol lintas Sumatera yang dipadukan dengan jaringan multi moda, pelabuhan samudera, bandara dan jaringan kareta api,” kata Irwan.

Manfaat jalan tol terangnya, juga dapat mengembangkan komoditas unggulan kelapa sawit, kakao, karet, dan kopi serta hilirisasi komoditas unggulan sebagai transportasi komoditas. Adanya jalan tol akan dapat mengembangkan potensi pariwisata dan akses jaringan jalan tol sebagai penggerak ekonomi lokal, serta dapat memperkuat konektivitas jaringan logistik regional Sumatera. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional