Menu

Jalan Provinsi Rawan Longsor, Kawasan Batu Baapik Diwaspadai

  Dibaca : 741 kali
Jalan Provinsi Rawan Longsor, Kawasan Batu Baapik Diwaspadai
RAWAN— Longsor yang melanda ruas jalan Batu Baapik Malalak baru-baru ini. Lokasi ini hingga kini masih rawan dilalui karena adanya material tanah yang dihanyutkan air.

PDG.PARIAMAN, METRO
Akhir-akhir ini peristiwa longsor kerap terjadi di ruas jalan provinsi dari Koto Mambang, Kabpaten Padangpariaman menuju Kecamatan Malalak Kabupaten Agam rawan terjadi tanah longsor.

Pada berberapa titik salah satunya di KM 81, di kawasan Batu Baapik Nagari Malalak Timur Kecamatan Malalak Kabupaten Agam. Longsor yang terjadi di kasawasan tersebut tak ayal menyebabkan terganggunya arus lalu lintas, hingga terjadinya pemutusan arus.

‘Padahal seperti diketahui, ruas jalan tersebut sangat penting artinya sebagai alternatif penghubung jalur Padang-Bukittinggi. Makanya kita tentu berharap ruas jalan itu bisa dibenahi secara permanen,” ungkap Rul St. Mudo, salah seorang warga Malalak kemarin di Campago.

Diakuinya, kerapnya terjadi musibah longsor di kawasan Batu Baapik, Malalak jelas merupakan musibah lain bagi warga. Pasalnya tak jarang warga yang akan ke Bukittinggi terpaksa harus melewati jalan melingkar melewati Kota Padang Panjang. akibatnya bisa ditebak warga terpaksa harus rela merogoh kocek lebih dalam lagi disebabkan besarnya cost yang harus dikeluarkan.

“Betapa tidak, jika melalui jalur bisa ongkos yang dikeluarkan paling hanya berkisar Rp. 20 ribu pp. Lain halnya jika lewat Sicincin dan Padang Panjang , ongkosnya bisa mencapai Rp.40 ribu pp. Belum lagi cost biaya angkut barang dan yang lainnya,” ungkap pedagang harian yang saban hari kerap bolak-balik ke Bukittinggi.

Senada dengan itu diakui Am, warga Malalak lainnya. Menurutnya musibah longsor yang kerap terjadi di kawasan Batu Baapik memang merupakan persoalan baru bagi warga Malalak. “Betapa tidak, kan selama ini anak-anak Malalak cukup banyak yang menempuh pendidikan di Kota Bukittinggi sehingga hampir tiap minggu nereka bolak-balik buat mengantarkan bekal untuk anak-anak mereka,” terangnya.

Bahkan tidak sebatas itu saja. Ruas jalan Malalak selama ini kerap menjadi primadona bagi pengendara untuk menuju Kota Bukittinggi terutama bagi warga Pariaman dan sekitarnya. Sebab selain jarak tempuhnya cukup pendek juga pengendara bisa menikmati pemandangan Pantai Pariaman dari kejauhan.

“Makanya kita tentu sangat berharap pihak pemerintah Kabupaten dan provisi bisa mencarikan solusi terbaiknya. Sehingga kerawanan longsor yang kerap terjadi di kawasan itu tidak sampai mengundang jatuhnya korban jiwa, seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” terang S. Dt. Garang salah seorang tokoh masyarakat Malalak.

Senada dengan itu Syaiful Dt Bagindo salah seorang tokoh masyarakat Malalak lainnya menyebutkan kekhawatirannya. Menurutnya, jika ruas jalan di kawasan Batu Baapik tidak secepatnya dibenahi secara permanen maka tidak tertutup kemungkinan ruas jalan tersebut bisa saja tinggal sejarah. Bahkan juga tidak tertutup kemungkinan bisa memicu musibah yang lebih serius lagi. Termasuk diantaranya bisa saja memicu jatuhnya korban jiwa.

Kaharuddin warga Malalak lainnya berharap agar seluruh material longsor yang ada di sekitar Batu Baapik saat ini bisa dibersihkan sedemikian rupa. “Untuk lokasi pembuangan material tanahnya kan bisa saja dibicarakan dengan masyarakat pemilik lahan yang difasilitasi oleh Camat Malalak,” terangnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional