Menu

Jalan Lapau Manggih-Balai Baru Rusak Parah, Warga Blokir Akses Truk Bemuatan Tanah Clay

  Dibaca : 158 kali
Jalan Lapau Manggih-Balai Baru Rusak Parah, Warga Blokir Akses Truk Bemuatan Tanah Clay
BLOKIR JALAN— Masyarakat memblokir jalan yang dilewati truk bermuatan galian C (tanah clay) di Sawah Laiang, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Selasa (22/9).

GUNUNG SARIK, METRO
Puluhan masyarakat yang didominasi kaum hawa berunjuk rasa memblokir jalan yang dilewati truk bermuatan galian C (tanah clay) di Sawah Laiang, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Selasa (22/9). Puluhan massa tersebut terkonsentrasi di Sawah Laiang RT 03/RW 04 Kelurahan Gunung Sarik sekitar pukul 11.30 WIB.

Masyarakat tersebut menutup akses jalan dengan menggunakan drum dan meja. Aksi mereka melarang akses mobil truk membawa tanah clay melewati jalan Sawah Laiang. Sebab selama ini dampak dari lalu lalangnya dum truk itu membuat kondisi jalan Lapau Manggih – Balai Baru sepanjang lebih kurang 1,5 km, rusak parah.

Ketua Pemuda Sawah Laiang, Hendri Putra (40) mengatakan, masyarakat menuntut dengan harapan, agar jalan yang rusak dan berlubang diperbaiki dengan melakukan pengurukan atau penimbunan Kemudian, setiap truk yang membawa tanah clay menutup baknya dengan terpal agar tanah yang dibawa truk tidak berserakan di sepanjang jalan. “Bahkan, hal ini sudah berkali kali disampaikan warga, namun hanya diabaikan supir truk,” tukas Hendri.

Ia menjelaskan, kalau tidak hujan, jalan harus disiram dua kali sehari agar tidak berdebu. Kemudian, kecepatan mobil truk 30 km perjam, alias tidak perbolehkan ngebut. Lalu, jika hujan turun dilarang truk beroperasi dan pengusaha tambang dilarang menambang tanah clay.

Babinsa Koramil 05/Pauh – Kuranji, Serka Syafri mengatakan, aksi demo tersebut akhirnya dilakukan upaya mediasi. Langkah mediasi melibatkan pihak tambang tanah clay dan masyarakat. Juga dihadiri Lurah Gunung Sarik, Zahardi, Babinsa Gunung Sarik, Serka Syafril, ketua RT dan ketua Pemuda Sawah Laiang, koordinator tambang tanah clay dan tokoh masyarakat.

“Dalam mediasi itu, pihak koordinator tanah clay menyanggupi dan mengabulkan permintaan masyarakat dan akan memperbaiki jalan yang rusak parah,” tandas Syafril.

Lurah Gunung Sarik, Zahardi membenarkan, aksi unjuk rasa yang dilancarkan warganya, khususnya warga Sawah Laiang RT 04/RW 04. “Dan aksi blokir jalanan tersebut diakhiri dengan langkah mediasi,” sebut Zahardi.

Ketua LPM Gunung Sarik, Indra Mairizal Rj Bujang mengatakan, sepanjang jalan itu tidak diperbaiki OPD Pemko, tidak menutup kemungkinan terjadi aksi sama pada masa mendatang. “Mau bagaimana lagi, kondisi jalan itu sudah memprihatinkan dan butuh diperbaiki,” ungkap Indra.

Artinya, kata Indra, sekarang masalah jalan ini ibarat sepak bola, bola kini berada di kaki Pemko Padang. Dan posisi bola kini, sedang mati di kaki Pemko Padang. Sebab, di sisi lain, pihak penambang sudah melaksanakan kewajiban dan haknya. Begitu pula dengan PT Semen Padang sebagai konsumen telah melaksanakan kewajiban dan menerima ha.

Dijelaskan, pihak konsumen telah melaksanakan kewajibannya dengan membayarkan pajak ke Pemko Padang lebih kurang sekitar Rp20 miliar setahun. Jadi, jika 10 atau 15 persen saja dari pajak itu dikembalikan untuk perbaikan jalan, maka jalan dari lokasi tambang Gunung Sarik – Lapau Manggih dan Balai Baru itu sudah seperti jalan tol kondisinya. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional