Menu

Jalan Lansek Manih Meresahkan, Ajang Esek-esek dan Balapan Liar

  Dibaca : 129 kali
Jalan Lansek Manih Meresahkan, Ajang Esek-esek dan Balapan Liar
PATROLI—Aparat melakukan patroli di sepanjang jalan Lansek Manih dilakukan untuk mencegah aksi balap liar dan ugal-ugalan sekelompok remaja dan lokasi esek-esek.

SIJUNJUNG, METRO
Keluhan masyarakat terkait aktivitas sejumlah pemuda yang menggelar aksi balapan liar dan ugal-ugalan ditanggapi Polres Sijunjung. Bersama anggota Kodim 0310/SS menggelar patroli dan mengantisipasi munculnya gangguan Kamtibmas.

Aksi balap liar dan ugal-ugalan itu kerap berlangsung Jalan Lansek Manih, yang merupakan akses jalan penghubung antara Nagari Muaro dan Nagari Kandang Baru. Belakangan banyak masyarakat yang mengeluhkan aksi tersebut karena telah mengganggu kenyamanan pengendara dan warga sekitar.

Selain itu, di sepanjang Jalan Lansek Manih kerap kali dijadikan lokasi pacaran bagi pasangan muda-mudi. Selain lokasi yang sepi, kondisi jalan yang di kelilingi semak-semak sering dimanfaatkan untuk berbuat tindakan asusila alias esek-esek di lokasi tersebut.

Kapolres Sijunjung AKBP Andry Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Nasrul Nurdin menerangkan, kegiatan patroli rutin selalu dilaksanakan. “Itu giat rutin kita, baik dari Satlantas maupun dari Shabara. Dipusatkan pada titik yang rawan gangguan Kamtibmas dan aksi balap liar,” terang AKP Nasrul.

“Terkait aksi balap liar dan ugal-ugalan di jalan dekat kantor DPRD itu telah berulang kali kita bubarkan. Bahkan sudah banyak yang ditindak langsung. Kendaraan yang tidak sesuai aturan kita amankan ke Mapolres. Tapi tetap saja diulang kembali,” ujar AKP Nasrul.

Pihaknya mengakui bahwa banyak laporan dan keluhan masyarakat yang masuk. “Iya, sudah banyak yang masuk laporannya. Kadang mereka main kucing-kucingan dengan anggota. Setelah anggota pergi mereka ulangi lagi,” sebut AKP Nasrul.

Penindakan berupa sangsi tilang dan teguran langsung sudah sering diberlakukan. Namun belum memberikan efek jera. “Disana banyak remaja yang berkumpul, bukan saja dari Nagari Muaro atau Kandang Baru saja. Tapi dari nagari dan kecamatan lain juga berkumpul disana,” ungkap AKP Nasrul. “Kalau pembubaran dan penindakan sudah sering kita lakukan. Kira-kira sangsi apa lagi yang akan kita berikan?,” sambung AKP Nasrul.

Akp Nasrul Nurdin berharap agar peran keluarga, pemuda dan tokoh masyarakat setempat sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi tersebut. “Peran pihak keluarga agar melarang dan membatasi anaknya. Peran dari pemuda dan tokoh masyarakat sekitar, sehingga aktifitas seperti balapan liar, ugal-ugalan dan sebagainya tidak ada lagi disana. Sehingga bisa bersama-sama dengan Polisi menjaga Kamtibmas,” harapnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional