Menu

Jalan Kampus STKIP PGRI Diblokir, Suku Melayu dan Chaniago Ancam Bangun Tembok ‘Berlin’

  Dibaca : 747 kali
Jalan Kampus STKIP PGRI Diblokir, Suku Melayu dan Chaniago Ancam Bangun Tembok ‘Berlin’
BLOKIR JALAN— Puluhan orang dari Suku Melayu dan Chaniago, Gurun Panjang, Kampung Olo, Nanggalo, melakukan pemblokiran akses jalan ke kampus STKIP PGRI Sumbar. (pedo/posmetro)

PADANG, METRO – Dipicu ulah pihak kampus yang dinilai tak pernah menggubris dan perhatian terhadap anak nagari Suku Melayu dan Chaniago, Gurun Panjang, Kampung Olo, Nanggalo, pemilik tanah terpaksa menutup jalan kampus. Selasa (10/9) sekitar pulul 07.45 WIB.

Pentupan jalan dua titik ini dipimpin langsung Gusnimar (55), yang mewakili Suku Melayu dan Chaniago. Pihak yang mengklaim sebagai pemilik tanah.

Awalnya aksi ini berjalan aman-aman saja. Namun suasana buncah dengan adanya oknum STKIP PGRI Sumbar yang berkata tak enak. “Jika tak ada kampus ini, maka warga sekitar tak bisa makan,” ujar oknum tadi.

Namun hal ini didengar oleh warga, khususnya Gusnimar yang langsung membantah. Tak benar. Yang memberi rezeki kami Allah, enyahlah kampus ini dari lingkungan kami. Tak ada perhatian.

“Justru sebaliknya. Kampus ini hanya untuk memperkaya kamu saja,” tegas Gusnimar , sambil menujuk oknum STKIP PGRI ini.

Dan untuk diketahui, jika tak ada kata sepakat, maka saya bersama kaum saya akan membangun Tembok Berlin di tanah jalan kampus itu. “Jadi ingat itu, kami akan bertindak tegas lagi,” ancam Gusnimar.

Padahal sebelumnya tanah milik kaum kami itu masih bersertifkat induk. Dan pihak kampus sebelumnya sudah melakukan kerjasama dengan pemilik tanah. Namun apa yang terjadi, hingga kini kepengurusan yang sekarang tak pern ah menggubris.

Warga kami yang tamat sekolah dan mau jadi dosen di STKIP PGRI Sumbar itu tak pernah disikapi. Malah ada yang mau jadi Satpam. Sudah dua kali melamar, juga tak pernah disikapi. “Kampus itu tak ada kontribusinya bagi warga,” keluh Gusnimar.

Suasanana yang mulai memanas ini, mulai terhenti saat Kapolsek Nanggalo AKP Ridwan mengajak perwakilan warga untuk dialog.

Ketua Pendidikan STKIP PGRI Sumbar Suzmelia kepada POSMETRO mengaku kaget dengan kejadian itu.

“Saya kaget dengan aksi penutupan jalan itu. Jangan bawa suku, kalau bawa suku banyak di sekitar sini,” katanya.

Menindaklanjutinya, persoalan ini bisa kita bicarakan dengan baik-baik untuk mencari solusinya. Jika jalan ditutup, justru menimbulkan persoalan.

“Mahasiswa terganggu dan saat ini pihak kampus menerima mahasiswa baru, kan jadi ribet nanti,” ujar Suzmelia. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional