Menu

Jalan Berlubang di Bypass Makan Korban

  Dibaca : 133 kali
Jalan Berlubang di Bypass Makan Korban
MAKAN KORBAN— Jalan yang dikeruk di depan kampus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah, Bypass, Sungaisapih sejak Sabtu (27/3) lalu sudah banyak makan korban. Meski berbahaya, tanda-tanda pemberitahuan yang dipasang sangat kecil dan tak terlihat pengendara.

BY PASS, METRO
Sejumlah lubang-lubang berukuran besar habis dikeruk atau dilubangi di kawasan Bypass, Sungaisapiah, Kecamatan Kuranji sudah membahayakan pengendara yang melintasi kawasan tersebut, terutama di malam hari. Lubang yang sudah dikeruk cukup dalam tidak langsung ditutupi dengan aspal oleh para pekerja.

Lubang-lubang yang berada tepat di depan kampus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah, Bypass ini pun sudah viral di media sosial (medsos) sejak Sabtu (27/3). Salah satu akun instagram (Ig) info_nagarisumbar memposting beberapa foto yang memperlihatkan kondisi jalan yang dikeruk atau dilubangi tersebut, Sabtu (27/3).

Dalam postingan foto tersebut tertulis caption, “Bismillah. Diharapkan kepada pengendara mobil dan motor agar berhati-hati melewati jl Bypass depan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturahmah, terutama malam hari, karena sudah banyak korban”.

“Jalannya sedang diperbaiki seperti di foto, dilubangi cukup dalam dan peringatan di depannya tidak memadai bahkan tidak kelihatan”.

“Sejak tadi malam suah ada 5 mobil yang pecah ban dan 1 motor jatuh. Kondisi motor rusak parah tapi Allah masih menolong pemilik motor. Alhamdulillah masih berdiri.”

Postingan ini banyak mendapatkan komentara dari netizen. Salah satunya dari akun Ig @okt.1992 yang menulis komentar, sebenarnya pemerintah bisa dituntut atas segala kerugian kerena dianggap sengaja lalai (digali tak langsung ditutup). Kalau di Negara maju sudah dituntut tuh pemerintahnya.

Komentar lain juga ditulis @intel_honorer, Kontraktornya bisa dituntut kalau memang tidak ada rambu peringatan. Dan seharusnya metoda kerja yang baik adalah setelah dilubang seperti itu, langsung segera diaspal.

Postingan jalan berlubang dan memakan korban ini sudah mendapat 794 like hingga Senin (29/3) pukul 17.30 WIB.

Beberapa warga dan pengendara yang diwawancarai POSMETRO, kemarin di kawasan ini mengakui memang banyak pengedara yang terjatuh di jalan yang berlubang tersebut. Apalagi saat ini cuaca sering hujan, terutama di malam hari. Selain itu, di malam hari penerangan jalan di Bypass pun sangat minim.

“Ngeri sekarang jalanan di Bypass. Banyak lubang. Siap dicongkel aspalnya dibiarkan saja. Akibatnya kita bisa terperosok. Untung kalau hanya terpental. Kalau sesudah terpental, trus ditabrak mobil bagaimana,” tukas Rido (30), warga Belimbing, kepada POSMETRO.

Ia sendiri mengaku sempat terperosok ke lubang bekas penggalian yang mengakibatkan dirinya dengan motor terjatuh. Untung tak ada mobil yang lewat. Ia berharap, Dinas PUPR betul-betul mengamankan lokasi bekas penggalian mereka sehingga tak makan korban.

“Kalau dibiarkan saja sesudah dicongkel, itu tak bertanggungjawab namanya. Sama saja mau bunuh orang lain,” tandas Rido.

Kejengkelan senada juga dilontarkan warga lain, Fadly. Ia juga merasa miris dengan aparatur pemerintah yang tak mau bertanggungjawab. Seharusnya usai dikeruk atau dilubangi, lokasi itu harus diamankan dan diberi tanda. Sehingga mengendara bisa berhati-hari.

“Atau lebih baik langsung diaspal. Ini dibiarkan berhari-hari. Kan bahaya bagi pengendara motor, apalagi di Bypass ini PJU sangat minim,” tukas Fadly.

Di lokasi jalan berlubang tersebut, juga terlihat ada sebuah spanduk peringatan bahwa di sana ada lubang. Spanduk tersebut bertuliskan “Hati-hati Jalan Berlubang”, berjarak sekitar lima meter dari lubang tersebut.

Tak jauh dari lubang itu, tepatnya di perempatan Balai Baru-Siteba, terlihat beberapa orang pekerja dengan mesin berat tengah menambal lubang yang sebelumnya digali tersebut. “Mambukak jalan sakalamak inyo se. Urang nan kamati dak jaleh dek nyo do,” lanjut Fadly.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Yeni Yuliza melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan, jika perbaikan jalan di Bypass bukan kewenangan dari Dinas PUPR Kota Padang. “Pengerjaan aspal dan jalan dilubangi kewenangan balai jalan nasional,” sebut Yeni dalam pesannya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional