Close

Jajal Citayam Fashion Week di Kawasan SCBD, Wako Kenakan Batik Sampan

Citayam Fashion Week— Wako Genius Umar bersama Lucyanel Genius, kenakan batik sampan dan sulaman Nareh, ikutan trend yang lagi viral, menjajal Citayam Fashion Week di kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta.

PARIAMAN METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar bersama Nyoya, kemarin, kenakan batik sampan dan sulaman Nareh. Wa­likota Pariaman, Genius Umar dan istri Ny. Lucyanel Genius, ikutan trend yang lagi viral, jajal Citayam Fashion Week di Kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta.

Istilah SCBD sendiri saat ini lebih dikenal dengan nama dengan Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok ini, meru­pakan sebuah kawasan bisnis yang terletak di Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, yang terdiri dari kondominium, gedung perkantoran, hotel, serta pusat perbelanjaan dan hiburan. “Sebelum menghadiri undangan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk peresmian Jakarta Internasional Stadium (JIS) besok, hari ini saya mencoba sesuatu yang lagi viral di Jakarta, yaitu Citayam Fashion Week di Kawasan SCBD ini,” ujar Walikota Pariaman Genius Umar, kemarin.

Citayam Fashion Week ini, merujuk pada Paris Fashion Week, dimana dalam ajang tersebut banyak orang yang memamerkan gaya fashionnya di ja­lanan Kota Paris. Dan SCBD sendiri akhirnya berubah menjadi kawasan anak-anak muda yang pamer gaya outfit.

“Ide dan kreatif anak anak muda SCBD ini sangat bagus, bagaimana mereka memadukan berbagai gaya berbusananya masing-masing, dengan menggunakan produk lokal, sehingga hal ini dapat menjadi kebangkitan ekonomi para pelaku UKM kita sendiri,” tukasnya.

Istilah Citayam Fashion Week akhir-akhir ini menjadi viral di kalangan masyarakat. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun ikut angkat bicara mengenai fenomena ini. Hal ini dikarenakan keberadaannya menuai pro dan kontra. Ada sebagian orang yang merasa terganggu dengan trend anak muda ini, namun, ada pula yang memberi pujian atas trend fashion show ini.

“Saya bersama istri turut menjajal kawasan ini, dengan pakaian khas daerah Pariaman, yaitu batik sampan dan sulaman nareh yang merupakan produk ekonomi kreatif (ekraf) asli Kota Pariaman, dan kami juga menantang anak-anak muda Kota Pariaman, untuk bisa membuat trend fashion ini kita bikin juga di Kota Pariaman, dan nanti kita putuskan dimana lokasi yang cocok untuk kita adakan,” tuturnya.

Tak lama setelah mengunggah di­media sosial miliknya, banyak yang mendukung agar hal ini juga dapat dilakukan di Kota Pariaman, serta beliau langsung menerintahkan agar Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Pariaman, untuk memfollow up ke­inginan netizen ini. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top