Menu

Jaga-jaga, Mayat di Pantai Cermin Dievakuasi “Astronot”

  Dibaca : 624 kali
Jaga-jaga, Mayat di Pantai Cermin Dievakuasi “Astronot”
EVAKUASI— Mayat yang ditemukan warga Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah di bebatuan Pantai Cermin dievakuasi dengan standar covid-19, Kamis (16/4) malam.

PARIAMAN, METRO
Kapolsek Kota Pariaman AKP Irwandi mengatakan pemuda MA (23) yang mayatnya ditemukan di batu grip Pantai Cermin, Kamis (16/4) sekitar pukul 18.15 WIB sebelumnya sempat terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Sekitar pukul 17.00 WIB dua orang saksi sedang mandi di pantai dan melihat MA duduk sendirian di batu grip.

Irwandi mengatakan, tidak berapa lama saksi melihat MA pergi menggunakan sepeda motornya dan sekitar 15 menit kemudian yang bersangkutan kembali lagi ke batu grip dengan membawa air mineral. “Lalu MA terlihat seperti orang kebingungan dengan mondar-mandir di atas batu grip,” katanya.

Namun, ketika saksi hendak pulang sekitar pukul 18.15 WIB MA sudah ditemukan tidak bernyawa dengan posisi tertelentang di sela-sela batu grip. Saksi pun langsung memberitahukan hal tersebut kepada warga setempat dan akhirnya menghubungi pihak kepolisian, BPBD Kota Pariaman, dan rumah sakit setempat.

Sekitar pukul 19.30 WIB petugas medis datang dan melakukan sterilisasi sesuai dengan protokol keselamatan Covid-19 dan membawa MA ke RSUD Pariaman. Beberapa orang datang dengan seragam alat pelindung diri hazardous material suite (hazmat) yang kerab disebut warga baju “astronot”. Diketahui MA merupakan warga Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam. “Keluarga MA sudah mengetahui peristiwa ini,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul mengakui keterlambatan evakuasi karena mempersiapkan petugas medis dengan dilengkapi alat pelindung diri serta persiapan lainnya. “Sekarang evakuasi harus sesuai dengan protokol keselamatan covid-19. Dalam kondisi pandemi sekarang kita harus waspada,” ujarnya.

Ia menyampaikan MA dibawa ke RSUD Pariaman guna mengambil sampel untuk pengujian swab. “Sekarang jenazahnya kami bawa ke RSUD Pariaman dan nanti diambil sampel untuk dilakukan tes swab,” kata Syahrul.

Ia mengatakan meski pihaknya tidak mengetahui penyebab yang bersangkutan meninggal namun untuk antisipasi pihaknya menerapkan protokol evakuasi jenazah covid-19.

Sebelumnya Kapolsek Pariaman AKP Irwandi mengatakan, saat pertama kali ditemukan posisi mayat tergeletak di bebatuan Pantai Cermin dengan posisi telentang. “Lelaki dewasa dengan posisi telentang dan sudah tidak bernyawa lagi,” ujarnya.

Katanya pada saat bersamaan juga ditemukan tas dan satu unit motor matic dengan nopol seri Kota Bukittinggi. “Saat ditemukan mayat pakai baju kaos dan celana pendek.

Penyebab meninggalnya mayat masih belum diketahui. Namun saat ini anggota kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya mayat tersebut,” katanya. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional