Menu

Jadi Tersangka Tipu Gelap, Oknum Dosen Unand Ditahan

  Dibaca : 3161 kali
Jadi Tersangka Tipu Gelap, Oknum Dosen Unand Ditahan
DOSEN DITAHAN— Oknum dosen Unand berinisial EY menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Bhayangkara dan kemudian ditahan atas kasus penipuan dan penggelapn BPKB.

PADANG, METRO – Terjerat kasus penipuan dan penggelapan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) berinisial EY (46) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, resmi ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar, Senin (9/12).

Sebelum dilakukan penahanan, dosen perempuan itu yang berstatus tersangka itu sempat menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumbar. Setelah itu, tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangajra Polda Sumbar untuk dilakukan pengecekan kesehatan.

Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Pol Imam Kabut Sariadi membenarkan adanya penahanan oknum dosen Unand tersebut. Penahanan dilakukan setelah pihaknya menetapkan tersangka EY sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan BPKB mobil Xenia milik inisial N.

“Modusnya, oknum dosen ini dengan sengaja meminjam BPKB mobil milik korban untuk mendapatkan uang dengan cara digadaikan ke leasing. Karena kasihan kepada tersangka, korban kemudian menyerahkan BPKB nya kepada tersangka dan kemudian digadaikan untuk mendapatkan uang. Lalu, tersangka mencicilnya selama tiga tahun ke leasing,” kata Kombes Pol Imam.

Kombes Pol Imam menjelaskan, pada tahap pertama, tersangka membayar cicilan leasing itu hingga lunas dalam jangka waktu tiga tahun. Karena sudah lunas, korban kemudian meminta BPKB mobil miliknya kepada tersangka, tetapi tersangka tidak juga menyerahkannya.

“Bahkan, korban berusaha menghubungi tersangka, tetapi tersangka tidak bisa dihubungi. Namun, pada tahun 2018, tersangka kembali menggadaikan BPKB mobil korban ke leasing untuk mendapatkan uang tanpa sepengetahuan dan seizin korban. Kemudian, pada bulan Juni 2019, mobil korban dieksekusi oleh pihak leasing lantaran cicilan tidak dibawayar oleh tersangka,” ungkap Kombes Pol Imam.

Kombes Pol Imam menjelaskan, akibat perbuatannya itu, korban mengalami kerugian Rp 120 juta. Dari hasil pemeriksaan, perbuatan tersangka tersebut, telah dilakukan lebih dari satu kali, tetapi mungkin belum ada korban lain yang belum melapor. Sejauh ini, korban berjumlah dua orang, yang mana berkas perkaranya sudah tahap II dan satu lagi masih proses penyidikan.

“Kita melakukan proses penahanan upaya paksa, karena memang yang bersangkutan kurang kooperatif dalam kewajiban warga negara dalam mata hukum. Surat penahanan sudah ditandatangani,” ujar Kombes Pol Imam.

Kombes Pol Imam menuturkan, sebelum dilakukan penahanan, dilakukan pengecekan terhadap kesehatan tersangka di Rumah Sakit Bhayangkara, Padang. Pemeriksaan kesehatan itu untuk memastikan kesehatan tersangka.

“Dia datang ke sini dalam kondisi sehat, ya kita periksa dulu, pastikan kesehatannya. Tersangka datang ke Polda dalam status tersangka. tersangka terancam dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. “Ancaman terhadap tersangka diata 5 tahun. Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp100 juta,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

2 Komentar

  1. PP
  2. Yessy

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional