Close

Jadi Tempat Tokoh Minang Ditempa Sejak Dini, Gubernur Ingin Surau Sekarang Berfungsi Seperti Dulu

Mahyeldi Ansharullah

PDG.PARIAMAN, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menilai mu­­n­culnya tokoh-tokoh pe­juang asal Minangkabau berawal dari didikan dan tempaan  di surau dan lapau yang ada di Nagari.

“Di Minangkabau se­tiap suku itu punya surau yang menjadi awal penem­paan bagi generasi muda. Sehingga memiliki kapa­sitas dan mental yang kuat dan kemudian bisa menjadi tokoh di tingkat nasional bahkan internasional,” ka­ta Mahyeldi, saat meng­hadiri tagak kudo-kudo pembangunan Surau Al Mujahidin di Korong Su­barang Padang, Pakan­dangan Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (28/7).

Pemprov Sumbar me­nurut Mahyeldi sangat me­mahami hal tersebut. Ka­rena itu saat awal reformasi dimulailah gerakan kembali ke nagari. “Karena kalau ingin membangun Minang­kabau memang harus di­mulai dengan membangun nagari,” katanya.

Ia menyebut, ma­sya­rakat Minangkabau jum­lahnya tidak sampai 4% dari penduduk Indonesia. Tetapi tokoh pahlawan dari mulai masa perjuangan hingga saat ini jumlahnya tidak kurang dari 2.000 orang, lebih banyak diban­dingkan tokoh yang ada di luar Sumbar.

Hadirnya tokoh-tokoh itu tidak lepas dari peran nagari. Sejak dini mereka sudah belajar untuk khot­bah, ceramah dan me­ngaji. Sehingga meng­ha­dir­kan tokoh yang mema­hami kitab dan agama.

Dalam hal berbagi pen­dapat, berdiskusi dan ber­musyawarah sudah diajar­kan pula di lapau di tingkat Nagari. Sehingga tingkat intelektual masyarakat itu bisa tinggi.

“Saya berharap surau yang dibangun saat ini juga bisa berfungsi seperti su­rau pada masa lalu. Tidak hanya untuk aktivitas ke­aga­maan tetapi juga untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat,” ha­rapnya.

Bupati Padang Paria­man Suhatri Bur menga­takan, pembangunan fa­silitas di nagari seperti surau, melibatkan masya­ra­kat setempat juga pera­nan dari peran­tau.”Ke­kompakan antara masya­rakat dengan perantau ini harus terus diper­tahan­kan,” katanya.

Ketua Panitia Pemba­ngunan Surau, H Basri me­ngatakan pembangunan surau itu berkat wakaf tanah dari Haji Rasyidin dan peran serta masya­rakat. “Biaya pembangu­nan sampai sekarang ada­lah Rp235 juta. Sementara dana yang terkumpul baru Rp130 juta. Kami berharap kekurangan dana itu bisa dibantu berbagai pihak,” katanya.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top