Close

Jadi Primadona, Pemko Ingin Kembangkan Porang

Deri Asta

SAWAHLUNTO, METRO
Porang, kini semakin trend di kalangan petani. Selain itu juga menjadi salahsatu komoditas baru yang dilirik investor. Bukan tanpa alasan, tanaman umbian yang disebut dalam bahasa ilmiah Amorphophallus Mueleri Blume ini sedang naik daun karena manfaat dan kegunaannya bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan, penanaman dan perawatannya juga tidak terlalu sulit.

Bicara porang, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan, tertarik tentang komoditas ini. Sinyal itu terlihat dalam pertemuan informal dengan Dirmansyah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Petani Porang Nusantara (P3N) Sumbar, yang dihadiri Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Ir Lelis Epriyenti, Sekretaris Dinas Heni Purwaningsih, SP.MP, sejumlah penyuluh pertanian dan beberapa petani penanam porang di Balairung kediaman resminya,. Sabtu kemarin.

Deri menginginkan informasi menyeluruh tentang Porang dan kajian ekonomisnya baik nilai jual, investasi awal, penampung hasil produksi, serta kajian teknis lainnya. Kemudian menyangkut iklim dan karakter porang itu sendiri secara pengalaman atau empiris dan teknis yang mendalam sebelum turut mensosialisasikan pembudidayaan tanaman jenis umbi itu kepada masyarakat petani di daerahnya.

Menurut Deri, hal itu merupakan salahsatu upaya proteksi bagi kalangan petaninya dalam mewaspadai gejolak yang tidak diperhitungkan dalam berbisnis dan bertanam Porang. Sebab memperhitungkan biaya investasi awal yang dinilai cukup besar dan sulit terpenuhi oleh para petani kecil. Untuk itu Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Ir.Lilis Eprienti,M.Si mengkaji beberapa poin yang disampaikannya.

Ketua DPW P3N Sumbar Dirmansyah dalam BBM kesempatan itu memaparkan berbagai informasi terkait harga, bisnis, pasar, manfaat dan keuntungan porang serta teknis bagaimana membudidayakan tanaman porang dengan memilih bibit yang baik dan unggul supaya dapat menghasilkan produksi katak dan umbi porang yang lebih besar.

Di utarakan Dirmansyah, P3N Sumbar saat ini menilai tanaman porang sedang menjadi primadona petani nusantara. Dengan munculnya gejolak ini, keberadaan P3N hadir sebagai mitra para petani porang untuk memperoleh edukasi dan perlindungan bagi petani agar tidak mudah dipermainkan pasar dan praktik-praktik pengijon. Karena akan merugikan mereka, baik dalam memilih bibit, harga, serta proses pengolahan hasil produksi.

Di sisi lain, melakukan upaya itu DPW P3N Sumbar memilki perencanaan kedepan dengan untuk membuat program-program edukatif dan pendampingan serta menghimpun para petani porang dalam wadah koperasi yang sudah ada. Melalui koperasi, sebut dia, petani akan mendapatkan tiga keuntungan yakni edukasi, keuntungan hasil usaha dan penampungan hasil produksi yang pasti dengan jumlah tak terbatas.

Menurutnya informasinya di berbagai daerah kabupaten dan kota di Sumbar sudah berdiri DPD P3N yang akan bekerja sebagai mitra petani porang sekaligus sebagai mitra pemerintah setempat. Namun untuk Kota Sawahlunto organisasi P3N secara resmi belum ada.

Tumbuhan porang memilki spesies atau jenisnya sendiri, dikutip dari laman Kementan RI ada 7 jenis porang yang berbeda yakni, Amorphopallus Oncophyllus, Amorphopallus Campanulatus, Amorphopallus Variabilis dan Amorphopallus Decus Silvae. Kemudian, Amorphopallus Spectabilis, Amorphopallus Titanium dan Amorphopallus Muelleri.

Jenis porang yang paling sering dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan adalah jenis Amorphophallus Oncophyllus, Amorphophallus Campanalatus, dan Amorphapallus Variabilis. Sementara dari spesies lainnya dimanfaatkan untuk komoditas ekspor.

Sedangkan manfaat tanaman porang diantaranya sebagai komoditas ekspor, untuk bahan membuatisolator listrik, bahan makanan es krim, bahanbaku barang industri, bahan penjernih air, herbal menurunkan resiko kanker usus. Serta, merawat kesehatan kulit, mencegah penyakit jantung, menurunkan berat badan karena rendah kalori, mengatasi peradangan dan mencegah diabetes. (*/pin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top