Close

Jadi Narasumber Seminar Nasional PDMI, Mahyeldi Paparkan Upaya Wujudkan Industri Halal di Sumbar

SEMINAR NASIONAL—Gubernur Sumbar Mahyeldi usai kegiatan seminar nasional dan muktamar berfoto bersama dengan pejabat lainnya.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus membuktikan keseriusan pengembangan ekonomi syariah dengan menghadirkan Per­­da Wisata Halal, sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia tahun 2024. Diharapkan, semangat untuk menjadikan Indonesia sebagai industri produk halal se­perti yang disampaikan Presiden Joko Widodo selaku Ketua Komite Nasio­nal Ekonomi Keuangan Sya­riah (KNSKS) dapat di­terapkan di setiap Provinsi. Harapan itu disampaikan Gubernur Sumbar, Bu­ya Mahyeldi saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional dan Muktamar Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia (PDMI), de­ngan tema “Meningkatkan Kapasitas Indonesia Sebagai Rujukan Pasar Ha­lal” di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kamis (15/9).

Gubernur Mahyeldi me­nyampaikan, sebagai muslim terbesar di dunia, peluang pasar dan belanja masyarakat muslim juga sangat besar. Mulai dari produk makanan, fashion, kosmetik, farmasi, serta sektor rekreasi atau pariwisata. “Tentunya ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan. Tidak ada pilihan lain bagi kita, selain memberikan dukungan, memberikan support, kemudian memberikan implementasi langkah-langkah sesuai yang dinyatakan oleh pak presiden,” kata Buya Mahyeldi.

Untuk di Sumbar, me­nurut Buya Mahyeldi, Wakil Presiden secara khusus menumpangkan harapan kepada Sumbar sebagai provinsi dengan populasi 98 persen muslim dan memiliki falasafah Adat Ba­sandi Syarak, Syarak Ba­sandi Kitabullah (ABS-SBK), berpotensi besar menjadi pusat industri ha­lal di Indonesia.

Mahyeldi menambahkan, beberapa upaya me­wujudkan harapan wakil presiden tersebut dian­taranya  menghadirkan perda tentang penyelenggaraan pariwisata halal yaitu, Perda Nomor 1 Ta­hun 2020 yang diikuti oleh peraturan gubernur tentang pengembangan eko­nomi syariah Sumatera Barat dan sudah mempunyai masterplan industri produk halal Sumatera barat. “Di Sumbar juga sudah ada beberapa rea­lisasi industri halal, yakni berupa sentra rendang di Kota Payakumbuh, Kota Padang bahkan sudah me­ngekspor bumbu/pasta ren­dang ke timur tengah dan Norwegia. Termasuk sertifikat halal gratis bagi industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil (UMK). Inilah beberapa upaya dilakukan Sumbar untuk menjawab harapan dari pak presiden dan juga dari bapak wakil pre­siden,” sebut Buya Mahyel­di

Realisasi lain yang dilakukan Sumbar adalah pelatihan kepada  juru semblih halal (Juleha) dan pendampingan Proses Pro­duk Halal (PPH), menetapkan kuliner halal aman dan sehat (KHAS) di Kota Bukittinggi, Payakumbuh, dan Padang.

Kemudian juga pembentukan halal center me­lalui perguruan tinggi serta riset makanan halal di kabupaten kota di Sumbar. Termasuk juga mengeluarkan sertifikat rumah potong hewan, hotel dan restauran Untuk realisasi yang sudah kita lakukan ini insyallah kita tingkatkan terus.  Namun dibalik itu juga ada faktor pendukung untuk produk halal yang pertama rumah potong hewan besertifikat halal. Tempat pemotongan unggas bersertifikat halal yang perlu di sertifikasi.  Lembaga pemeriksa itu ada Sucofindo, MUI dan bersama halal Madani, sehingga lebih banyak lagi agar percepatan dapat kita lakukan untuk pendampingan, termasuk juga pendamping produksi halal center bersama perguruan tinggi swasta Yastis.  “Semuanya kita berdayakan tidak ha­nya diperguruan tinggi ne­geri tetapi perguruan tinggi swasta juga kita berda­yakan untuk bekerjasama, guna meningkatkan literasi edukasi terkait dengan kewirausahaan syariah kepada pelaku UMKM,” Tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris me­ngatakan populasi muslim me­ngalami pertumbuhan yang cepat dan pesat. Kemudian trend hidup halalpun terus berkembang mengalami kemajuan secara global baik bagi muslim hingga non muslim. “Hal itu berpotensi besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara penduduk mayoritas muslim se­hingga peluang produk halal ini dapat dimanfaatkan de­ngan tepat untuk me­ning­katkan perekonomian ma­syarakat dan ju­ga Indonesia,” kata Al Haris.

Menurutnya potensi halal ataupun potensi kuli­ner, budaya, pariwisata dimiliki hampir seluruh wila­yah Indonesia seperti Pro­vinsi Jambi, Sumbar dan NTB tentunya dan ini sa­ngat banyak berkembang ditengah masyarakat. “O­leh karena itu perlu kita monitor dan benahi sistemnya dengan baik sehingga SDA yang agamis sebagai masyarkat yang teguh men­jalankan prinsip Agama dengan baik serta me­ngimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.  Terakhir Gubernur Al Haris mengucapkan selamat datang terima kasih kepada pak Gubernur Mahyeldi telah berkenan hadir di pro­vinsi Jambi ini. Ia berharap dengan adanya seminar ini dapat menambah wawa­san untuk mengupayakan pengembangan industri dan ekosistem secara berkelanjutan di provinsi Jambi. “Mudah-mudahan de­ngan kolaborasi bersama Provinsi Sumbar dapat sa­ling membantu, yang le­mah ia kuatkan, Jambi ma­sih lemah SDMnya Sumbar yang bangkitkan,” ha­rapnya. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top