Menu

Jadi Kurir Sabu, Supirman Dihukum 4 Tahun Penjara

  Dibaca : 352 kali
Jadi Kurir Sabu, Supirman Dihukum 4 Tahun Penjara
KUNJUNGAN SAMPOERNA—Bupati Tanahdatar Eka Putra sambut tamunya dari Putra Sampoerna Foundation.

PADANG, METRO--Dinilai terbukti bersalah sebagai perantara dalam narkotika jenis sabu, terdakwa Yelsa Supirman, tak menyangka akan berada di dalam jeruji besi, dengan waktu yang cukup lama. Pasalnya, terdakwa yang berprofesi sebagai sopir ini, divonis empat tahun dan enam bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Padang kelas IA Padang.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa selama empat tahun dan enam bulan penjara, denda Rp800 juta dan subsider tiga bulan penjara,” kata hakim ketua sidang Leba Max Nandoko beranggotakan Yose Ana Roslinda dan Agnes Sinaga,sat membacakan amar putusannya, Kamis (20/5).

Majelis hakim berpendapat, terdakwa melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI tahun 2009, tentang narkotika. “Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika,”ujarnya.

Vonis yang diberikan oleh majelis hakim kepada terdakwa, dinilai lebih ringan. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatra Barat (Sumbar) menuntut terdakwa dengan hukum pidana selama lima tahun, sedang denda dan subsidernya sama dengan vonis hakim.

Meski sudah diberikan hukuman yang lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Bundo cs, kepada majelis hakim menyatakan masih pikir-pikir terhadap putusan tersebut.

Dalam dakwaan JPU dijelaskan, terdakwa Yelsa Supirman ditangkap oleh polisi pada tanggal 10 November 2020. Penangkapan ini berawal saat terdakwa, menghubungi rekannya bernama Edwar yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Saat itu, terdakwa menghubungi Edwar dengan menggunakan telepon genggam, terdakwa mengaku mau membeli narkotika jenis sabu dengan harga Rp2.500.000. Mendengarkan hal itu, Edwar pun menyetujui dan mencarikan barang haram itu.

Namun Edwar meminta uang kepada terdakwa untuk mengirimkan uang sebanyak Rp1 juta dan terdakwa pun juga menyetujui. Tak beberapa lama, Edwar menghubungi terdakwa dan menyuruhnya ke terowongan kampus Unand. Edward menyuruh terdakwa mengambil sabu yang terbungkus kotak rokok.

Setelah mengambil sabu tersebut, terdakwa dihubungi oleh Romi, yang ingin membeli sabu dengan harga Rp2 juta. Terdakwa pun menyanggupinya, dan terdakwa mengantarkan sabu ke Lubuk Begalung Kota Padang, sesuai dengan arahan Romi.

Pada saat hendak menyerahkan barang haram itu kepada Romi, Polisi yang telah mengetahuinya langsung menangkap terdakwa dengan barang bukti, sehingganya terdakwa ditangkap bersamaan dengan barang bukti. Akibat perbuatannya terdakwa harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional