Close

Jadi Buronan Tiga Polres, Ucok si Spesialis Jambret Beraksi di 30 TKP

SPESIALIS JAMBRET— Pelaku Ucok (37) ditangkap jajaran Polsek Lubeg atas kasus jambret yang sudah beraksi di 30 TKP berbeda.

PADANG, METRO–Bandit jalanan yang menjadi spe­sialis jambret di­tang­kap Tim Phyton Unit Reskrim Polsek Lu­buk Begalung sa­at be­rada di kedia­mannya kawasan Pampangan, Se­lasa (13/9). Saking sadisnya, bandit ini juga pernah men­jambret handphone (Hp) milik istri Polisi.

Usut punya usut, pelaku bernama Ucok (37) ini tidak hanya menjalankan aksi­nya di Kota Padang. Ucok ternyata sudah menjadi buronan tiga polres yakni Polres Solok Kota, Polres Sijunjung dan Polres Sa­wahlunto dengan keja­ha­tan yang sama.

Kapolsek Lubuk Bega­lung Kompol Harry Mariza Putra mengatakan, pe­nang­kapan pelaku Ucok ini berkat penyelidikan yang dilakukan Tim Phyton ter­kait aksi jambret yang terjadi di wilayah hukum Polsek Lubeg. Pelaku dici­duk di salah satu rumah di kawasan Pampangan.

“Ketika kami mendapat informasi keberadaan pelaku diketahui berada di Pampangan, tim langsung bergerak ke lokasi. Pelaku ditangkap sedang tidur da­lam rumahnya tanpa perlawanan. Setelah itu, pelaku ka­mi bawa ke Ma­polresk un­tuk pemeriksaan lanjutan,” ujar Kompol Harry Mariza.

Dijelaskan Kompol Harry Mariza, dari hasil interograsi, pelaku sudah me­lakukan aksi jambretnya pada 30 TKP di wilayah Sijunjung, Solok Kota, Sa­wahlunto dan Kota Padang. Di Solok Kota, Ucok diketahui melakukan aksi jambret dengan korbannya adalah istri polisi yang bertugas di Polres Solok Kota.

“Untuk pelaku sudah diserahkan ke Polres Sijunjung karena di sana pelaku sudah banyak melakukan aksinya dan dicari oleh Polres setempat. Pelaku Ucok dijemput oleh Tim Satres­krim Polres Sijunjung untuk pengembangan dan mencari barang bukti hasil jambretnya,” ujarnya.

Kompol Harry Mariza menuturkan, setelah dilakukan pengembangan nantinya, pihaknya juga tetap memproses perkara pelaku Ucok yang menjambret di wilayah hukum Pol­sek Lubeg.

“Pelaku penjambretan ponsel itu dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Kita ma­sih mendalami kasus ini dan mencari ada kemungkinan lokasi lain yang menjadi daerah operasi pelaku ini,” pungkasnya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top