Menu

Izin masih Diproses di DPMPTSP, Dishub Tegur Bajaj yang Nekat Beroperasi

  Dibaca : 69 kali
Izin masih Diproses di DPMPTSP, Dishub Tegur Bajaj yang Nekat Beroperasi
PATROLI DI LAPANGAN— Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) memberikan pengarahan kepada pengemudi bajaj saat melakukan patroli di lapangan. Hingga saat ini, moda transportasi ini masih dalam pengurusan izin di Pemko Padang.

MATA AIR, METRO
Hingga saat ini, bajaj belum boleh beroperasional di jalanan Kota Padang. Belum beroperasinya moda transportasi ini, karena masih terkendala oleh izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang yang belum keluar.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Jovi Atrios mengatakan, untuk perizinan bajaj masih bergulir di DPMPTSP Padang. “Saat ini permohonan telah masuk dan pertimbangan dari Dishub telah diberikan ke DPMPTSP. Apabila persetujuan dari DPMPTSP telah keluar, maka dari DMPTSP menunggu kelengkapan surat baik STNK dan KIR dari pengelola bajaj yang akan diserahkan lagi ke OPD tersebut,” ujar Jovi, Senin (14/9).

Jovi menambahkan, apabila DPMPTSP telah menerbitkan izin bajaj, maka Dishub akan mengeluarkan kartu pengawasan (KP) trayek bajaj tersebut agar segera bisa beroperasi. Ia menerangkan, bahwa angkutan bajaj ini nanti beroperasi sesuai kawasan yang telah ditentukan.

Sedikitnya terang Jovi, pihaknya memetakan ada 15 kawasan untuk bajaj tersebut beroperasi. Contoh, kawasan Kecamatan Padang timur, hanya boleh beroperasi Kecamatan di Padang Timur. Kawasan lain ada lagi yang mengurus izin. Ini pada prinsip pengganti ojek pangkalan, karena kurang safety,” imbuhnya.

Di sisi lain, Jovi mengatakan, terkait ada ditemukannya bajaj yang telah ngetem di jalanan Kota Padang, dirinya menegaskan itu adalah ilegal. “Dalam artian itu belum ada izin. Mungkin saja pemiliknya sudah mengantongi STNK kelengkapan surat kendaraan. Tapi sejauh ini untuk izin dari Dishub belum keluar,” terangnya.

Dia menegaskan, telah ada teguran dari petugas Dishub yang patroli di lapangan terkait ada bajaj yang nekat telah lebih dulu beroperasi. “Petugas kami di lapangan telah menegur bajaj yang telah beroperasi. Kita telah menegur menanyai kelengkapan apa sudah siap apa belum. Kita harapkan beroperasilah apabila telah ada izin,” bebernya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Padang mencatat dalam surat keputusan wali kota, kendaraan bermotor roda tiga tersebut tersedia sekitar sebanyak 400 unit Kendaraan khas negara India itu diharapkan menunjang transportasi pariwisata, dan juga diperuntukkan mampu mengurangi kemacetan karena bodinya yang kecil karena tak menghabiskan badan jalan.

Di samping itu, dengan kondisi yang kecil ini, juga mampu mengantarkan penumpang sampai ke gang-gang sempit, agar tidak ada kemacetan.

Sementara itu, Pengamat Transportasi dari Universitas Andalas (Unand) Purnawan mengatakan, moda transportasi bajaj dapat dioperasikan untuk melengkapi rute angkutan umum yang sudah ada. “Sebaiknya melayani daerah kawasan perumahan ke rute angkutan umum Trans Padang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika terpaksa beroperasi melayani rute baru, usahakan jangan sampai terjadi overlaping daerah pelayanan bajaj dengan angkutan umum yang lama. “Ini agar tidak terjadi kompetisi baru,” tandas ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sumbar. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional