Menu

Iven Wisata Hilang selama Pandemi, Pesta Tabuik 2021 masih Abu-abu

  Dibaca : 320 kali
Iven Wisata Hilang selama Pandemi, Pesta Tabuik 2021 masih Abu-abu
DISKUSI—Sejumlah dinas terlibat diskusi membahas banyak iven wisata yang hilang saat pandemi Covid-19.

PARIAMAN, METRO
Selama tahun 2020 banyak iven-iven wisata Kota Pariaman yang dibatalkan karena pandemi Covid-19. Tidak terkecuali iven pesta Budaya Tabuik yang menyedot banyak perhatian pengunjung yang datang ke Kota Pariaman.

Seperti apa pesta Budaya Tabuik di tahun 2021, dan apakah akan ditiadakan kembali, untuk itu pemerintah Kota pariaman melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Tim Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Tabuik Pasca Pandemi Covid-19.

Dalam FGD tersebut Disparbud Kota Pariaman, Tuo Tabuik Subarang, Tuo Tabuik Pasa, Niniak Mamak, Tokoh Masyarakat Kota Pariaman, LKAAM dan Dinas Kesehatan Kota Pariaman, saling berdiskusi menyampaikan pendapat mereka masing-masing baik dari segi kesehatan dimasa pandemi dan juga dari segi adat, budaya, dan agama, dari segi pariwisatanya.

Sekretaris LKAAM Kota Pariaman Priyaldi menyatakan, bahwa kesimpulan dari acara FGD ini adalah untuk pesta budaya tabuik tahun 2021 belum pasti untuk diadakan karena melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu, dan juga izin resmi dari Satgas Covid-19.

“Jika secara resmi pemerintah kota telah menyatakan Indonesia bebas Covid-19, maka pesta budaya tabuik di kota pariaman akan dilaksanakan tahun 2021, namun apabila Covid-19 belum berakhir walaupun kota pariaman dinyatakan bebas Covid-19, tetap pesta budaya tabuik ini tidak diadakan karena takut nantinya kota pariaman akan menjadi cluster baru penyebaran covid-19 akibat terjadinya kerumunan di acara tersebut,” jelas Priyaldi.

Priyaldi menambahkan, Generasi muda yang hadir diacara tersebut juga menolak untuk diadakannya pesta budaya tabuik tersebut jika belum ada izin keramaian resmi dari pemerintah.

“Mereka takut nantinya akan menambah penyebar luasan Covid-19 di Kota Pariaman oleh para generasi milenial, karena menurut mereka generasi mileniallah yang paling banyak menonton acara tersebut, generasi milenial juga yang banyak melanggar protokol kesehatan Covid-19,” sebutnya.

Sementara itu dari hasil wawancara tersebut Tuo Tabuik Pasa, Tuo Tabuik Subarang, Niniak Mamak, tokoh masyarakat dan bundo kanduang sepenuhnya menyerahkan keputusan tersebut kepada Pemko, kalau tidak memungkinkan pesta budaya tabuik tersebut diadakan jika hanya menambah masalah saja di masa pandemi ini. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional