Menu

Istri Kirim Sabu ke Suami Lewat Kotak Rokok di Pengadilan

  Dibaca : 2521 kali
Istri Kirim Sabu ke Suami Lewat Kotak Rokok di Pengadilan
Asrinaldi Dosen Ilmu Politik Unand
sabu posmetroweb

ilustrasi

PADANG, METRO–Rabu siang, Pengadilan Negeri Padang dihebohkan dengan penemuan sepaket sabu di dalam bungkus rokok yang akan dibawa oleh salah seorang pengunjung untuk diberikan kepada salah seorang tahanan di ruang tahanan.

Kejadian yang cukup mencuri perhatian pengunjung dan pegawai sidang Pengadilan Negeri Padang ini bermula pada saat tahanan akan dibawa menggunakan mobil tahanan menuju Lapas Muara Padang. Seperti biasanya, sebelum para tahanan ini menaiki mobil tahanan para kerabat dan keluarga memberikan bungkusan yang biasanya berisi makanan, minuman, rokok bahkan uang.

Dari balik pagar ruang tahanan seorang perempuan menyodorkan sebungkus rokok untuk suaminya yang diketahui bernama Yeni (40) kepada tahanan bernama Bebi Hendria yang tidak lain adalah suaminya. Sebelum bungkus rokok itu tiba ditangan tahanan kasus penipuan dan penggelapan ini, petugas pengawal dari Kejari Padang memeriksa bungkusan rokok berwarna merah putih yang kemasannya sudah terbuka, petugas tersebut lalu membuka dan melihat isi bungkus rokok tersebut, ternyata isinya tidak hanya rokok melainkan satu paket sabu kecil yang dikemas didalam uang kertas lima ribu.

Melihat itu, petugas lalu menanyakan keberadaan sabu tersebut kepada perempuan ceking ini, namun ia bersikukuh mengatakan bahwa rokok tersebut titipan dua orang pria yang tidak dikenalnya.

Melihat kejadian tersebut, polisi pengawal yang hari itu bertugas di Pengadilan Negeri Padang langsung menghubungi petugas Polresta Padang, berselang beberapa menit datanglah 6 orang buser berpakaian Preman, mereka menginterogasi perempuan tersebut tentang keberadaan sabu tersebut, dengan wajah tegang perempuan itu mengaku bahwa tadi ada dua orang laki-laki yang menitipkan barang haram tersebut namun ia tidak mengenali laki-laki tersebut.

“Ndak tau wak do pak, tadi yo ado laki-laki manyalekan rokok tu katangan awak keceknyo untuak laki awak, sudah tu nyo pai lai,” ungkapnya saat diinterogasi petugas.

Suaminya yang berada dalam tahananpun terus berteriak bahwa istrinya tidak tau-menau atas keberadaan sabu tersebut. “Ndak tau apo-apo gai bini wak tu pak, basumpah diateh alquran jadi juo ma pak, saja tadi nyo disiko manunggu awak untuak siding ndak ado mukasuik lain,” teriaknya dari balik tahanan.
Petugas terus menginterogasi Yeni dan mencoba menggali keterangan namun ia tetap saya mengaku tidak kenal kedua laki-laki yang menitipkan barang tersebut.

Tak lama kemudian polisi dari Polsek Padang Utara datang dan menggelandang perempuan tersebut ke Polsek Padang Utara untuk diperiksa lebih lanjut.
Pada saat puluhan orang berkurumun untuk melihat kejadian tersebut, wartawan Padang Ekspres Vinolia yang mencoba mengabadikan peristiwa menggunakan kamera handpone, sempat dihardik oleh polisi. Bahkan, petugas itu membentak-bentaknya. ”Hei kenapa kamu foto-foto, hapus-hapus itu foto,” ungkap buser mengintimidasi wartawan.

Disebutkan lia, dia mengatakan kalau dia adalah wartawan Padang Ekspres yang bisa nge-pos di Pengadilan. Lalu polisi tersebut menayakan identitas media. “Saya mengeluarkan kartu pers dan memberikan kepada polisi tersebut. Namun polisi tersebut tetap meminta agar foto-foto yang telah diambil dihapus sembari berkata kalau wartawan kenapa Id cardnya tidak dipakai,” ungkap Lia.

Melihat kejadian itu salah Fathul Abdi, wartawan Kantor Berita Antara, mencoba menengahi dan meminta HP yang lia pegang. Ia memcoba mengahpus tapi tak mengerti caranya, lalu polisi tersebut mengambil HP tersebut dan menghapus foto-foto yang telah diambil oleh Padang Ekspres. (ben)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional