Close

ISI Padangpanjang Salurkan Bantuan Korban Bencana Pasaman, Rektor: Bergabung di Kampus Seni, ISI Siapkan Beasiswa bagi Korban Bencana

SALURKAN BANTUAN— Akademika ISI Padangpanjang salurkan bantuan korban bencana Pasaman.

PDG.PANJANG, METRO–ISI Padangpanjang turut berduka atas musibah gempa yang meluluhlantakkan sebagian Kabupa­ten Pasaman dan Pasaman Barat, beberapa waktu lalu. Civitas akademik, berinisiatif, untuk meringankan beban para korban dengan mengumpulkan sumbangan untuk disalurkan pada korban bencana alam.

Pengumpulan dana ban­tuan dilakukan melalui infaq rutin setiap Jumat melibatkan dosen dan te­ganya pendidik di Kampus ISI Padangpanjang sekaligus mahasiswa.

Rektor ISI Padangpanjang Prof Novesar Djamarun mengatakan, aksi pengumpulan sumbangan ter­sebut sudah dilaksanakan sejak hari pertama gempa terjadi.

“Ada banyak korban yang kami dengar kehila­ngan nyawa, tempat tinggal serta tempat berusaha. Karena itu kami pikir adalah hal penting untuk sama-sama membangun kesadaran civitas akade­mika bahwa ini musibah yang membutuhkan kepe­dulian bersama. Karena itu kami gerakkan dosen dan mahasiswa untuk bersama berdonasi bagi para korban,” sebutnya.

Total bantuan yang disalurkan adalah paket kebutuhan harian sebanyak 100 paket terdiri dari sembako. Selain itu juga diserahkan uang sebesar Rp 20.240.000 melalui pihak kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Timur.

 “Kami juga serahkan bantuan untuk mahasiswa kami yang terkena dam­pak bencana ini, yaitu mereka yang berasal dari Pasaman Barat. Jadi kami berharap mereka tidak terlalu shock sehingga mengganggu semangat kuliahnya,” kata rektor.

Selain bantuan kebutuhan pokok dan uang, civitas akademika ISI Padang­panjang juga memberikan bantuan berupa pakaian bersih layak pakai.

Camat Tigo Nagari yang menerima langsung bantuan dari ISI Padangpanjang mengucapkan terimakasih kepada rektor dan rombongan yang datang hari itu. “Ini sangat berarti bagi kami dan seluruh warga yang terdam­pak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga kami yang kondisi­nya masih belum pulih pas­ca gempa,” sebutnya.

Novesar menekankan bahwa pihaknya siap menampung tamatan SMA yang berasal dari keluarga korban apabila mau melanjutkan pendidikan tinggi di ISI Padangpanjang, be­rikut dengan beasiswa untuk membiayai pendidikan mereka.  “Kai tidak ingin karena bencana ini, anak-anak kita jadi surut niatnya untuk menggapai pendidikan tinggi. Ini harus kita perhatikan. Lewat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) insyaallah mereka bisa dibantu,” sebutnya.

Rombongan juga mengunjungi kawasan Malampah yang terkena dampak terburuk akibat gempa lalu. Di kawasan ini, rektor bercakap dengan para korban. Wajah haru bahkan diiri­ngi air mata rektor tampak mengiringi proses penyaluran.  “Lewat kegiatan se­perti ini, kita juga mengasah rasa kemanusiaan para mahasiswa. Makanya kita ajak pula mereka untuk turun ke lapangan,” sebut rektor.

Rektorat juga berencana untuk mengirimkan mahasiswa yang akan ditugaskan sebagai relawan da­lam memberikan trauma healing, terutama kepada anak-anak korban gempa. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top