Menu

IRT Tinggal Seatap dengan Kambing, Berjuang Sendirian Demi Hidupi Dua Anak

  Dibaca : 173 kali
IRT Tinggal Seatap dengan Kambing, Berjuang Sendirian Demi Hidupi Dua Anak
JALANI AKTIVITAS DI GUBUK— Rusli, ayah Murni Sulastri, tengah beristirahat di gubuk yang satu atap dengan kambing peliharaan ibu dari dua anak ini. Las menjalani aktivitas sehari-harinya di gubuk tersebut.

PANJANG, METRO – Bertahan di gubuk reot, bukanlah pilihan Murni Sulastri (32) yang merupakan warga RT V, Kelurahan Silaing Atas, Padangpanjang Barat. Namun, di gubuk itulah, ibu dua anak, Hafizah (5) dan Raja Emas (3), terus berjuang membesarkan dan menafkahi buah hatinya serta berharap belas kasihan dari orang lain.

Gubuk reot dari wanita yang biasa disapa Las ini, berada sekitar 1 km dari pusat Kota Padangpanjang, tepat berada di lembah Bukit Sangkua, antara perbatasan Padangpanjang dan Tanah Datar. Perjalanan menuju kediaman Las harus melewati gang-gang kecil, tebing, jalan terjal, meniti jembatan bambu dan melintasi pematang kecil sawah milik warga setempat.

Las merupakan petani bayam, rimbang dan cabe rawit di kebunnya. Tak hanya petani, Murni juga memelihara tiga ekor kambing yang tinggal satu atap dengan keluarganya.

Kepada POSMETRO yang datang ke kediamannya, Kamis (16/11) sekitar pukul 13.58 WIB, Las yang merupakan lulusan SMAKN 1 Batipuh ini menceritakan kisah hidupnya hidupnya hingga harus bertahan di gubuk reot buatan sang ayah, Rusli (63) itu. Kisah suram itu, berawal 2007 silam. Dimana, Las hidup bersama suaminya Amrizal (38) di Batam. Selama 7 tahun di rantau, Las dianugrahi sepasang anak.

“Di rantau, kehidupan kami berjalan baik-baik saja. Sebagai ibu rumah tangga yang seketika waktu juga menjadi pedagang dadakan untuk membantu suami menafkahi keluarga,” sebut Las.

Melanjut cerita perantauan, Las, sejenak tertegun mengingat sikap suaminya yang mulai berubah. Pada 2014, Las, menerima kabar dari kampungnya di Pariaman, atas meninggalnya salah satu familinya. “Saya minta izin pulang kampung pada suami. Setelah sampai di kampung, mulai dari situ tak ada kabar berita lagi dari suami saya dan akhirnya saya harus menerima surat cerai darinya,” ujar Las, bernada emosi mengingat masa lampaunya yang cukup mengecewakan.

Bertahan hidup tanpa suami, pada 2017 silam, ia bertekad kembali menemani hari tua sang ayah, Rusli di Kota Padangpanjang. Hidup bersama ayah, tak merubah kehidupan Las untuk lebih baik lagi. Dimana Rusli juga berstatus kurang mampu. “Saya tak ingin menambah beban ayah. Untuk itu, saya minta ayah untuk membuat kandang kambing di kebun. Permintaan itu terkabul, saya pun satu akhirnya punya seekor induk betina kambing,” sebut Las.

Seiring berjalannya waktu, kehidupan Las malah semakin parah. Tak mau menambah beban ayah, akhirnya Las memutuskan pindah ke kandang kambing. Satu atap dengan kambing, malah membuat dirinya mandiri, bisa lebih fokus bertani dan beternak. “Di dalam gubuk reot kamilah segala aktifitas dikerjakan mulai, mandi, mencuci makan dan minum,” tutur Las.

Ia mengaku, bahwa di gubuk itu juga dirinya harus membesarkan anak- anaknya dan tetap berdoa pada Tuhan agar diberi kekuatan dan kemudahan rezekinya. Belakangan ini, untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangganya, sejumlah bantuan pun datang. Mulai dari tetangga, komunitas dan sejumlah organisasi. “Saya sangat bersyukur Tuhan, punya cara lain untuk membantu saya,” sebut Las, mulai tersenyum syukur.

Menyikapi kehidupan Las saat ini, Pj Sekda Padangpanjang, Martoni mengaku bahwa pemerintah tidak tutup mata dalam persoalan tersebut. “Kita akan carikan upaya upaya bantuan untuk keluarga kurang mampu. Kita juga mengimbau lurah, camat dan instansi terkait supaya cepat tanggap dan sensitif melihat kondisi warga seperti ini,” kata Martoni.

Meskipun belum ada bantuan dari Pemko Padangpanjang, bantuan terus berdatangan dari sejumlah pihak untuk Las dan anak-anaknya. Mulai dari warga setempat, komunitas dan sejumlah Ormas di Padangpanjang dan Sumbar. (rmd)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional