Close

Irjen Ferdy Sambo Belum Dinonaktifkan, Penuntasan Kasus Intimidasi Wartawan Diragukan

TINDAK TEGAS— Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan anggota kepolisian yang mengintervensi wartawan atau pun melakukan pelanggaran hukum, akan ditindak tegas.

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan meragukan adanya proses hukum yang tegas terhadap anggota Polri yang menghalang-halangi kerja jurnalistik di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.  Menurut politikus PDIP itu, satuan Polri yang biasa mengusut anggota nakal seperti pengintimidasi war­ta­wan ialah Propam. Sementara, kata Trimedya, saat ini pimpinan tertinggi di Propam ialah Irjen Ferdy.  Trimedya mengaku sebelumnya Komisi III DPR RI sudah mengusulkan penonaktifan alumnus Akpol 1984 itu. “Kenapa kami usul seperti itu, ya, seperti begini. Jadi, sebagai orang yang mengerti hukum, tuh, sudah paham langkah ke depannya,” ujar dia, Jumat (15/7).

Meski demikian, mantan Pembela Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu me­nuntut anggota Polri yang mengintimidasi wartawan agar diproses.  “War­tawan, kan, mata dan te­linga ma­syarakat, ya, harus diusut,” kata dia. Ke depan, Trimedya berharap polisi lebih persuasif apabila hendak mengingatkan wartawan untuk menjauh dari area rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Toh, dia percaya, wartawan bisa diajak kerja sama untuk sedikit menyingkir demi kepentingan penyelidikan kasus baku tembak.  “Sampaikan saja dengan santun. Tentu, kan, mereka pasti pulang,” ungkap Trimedya.

Mabes Polri memastikan pihaknya bakal mengusut tindakan intimidasi yang diterima wartawan di dekat rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kamis (14/7). “Nanti akan diusut,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis.

Berdasar informasi yang diperoleh, peristiwa intimidasi dialami wartawan CNNIndonesia dan 20Detik terjadi saat keduanya tengah mewawancarai petugas kebersihan di sekitar Kompleks Polri, Duren Tiga.

Saat proses wawancara pengambilan gambar terjadi, tiba-tiba muncul tiga orang berbaju hitam, berbadan tegap dan berambut cepak dari arah belakang mengendarai sepeda motor dan menghentikan wa­wan­cara.  Ketiga pria itu tanpa mengenakan identitas lalu me­ram­pas ponsel kedua jurnalis tersebut. Mereka lalu memeriksa ponsel dan meng­hapus sejumlah foto, video dan hasil wawancara. Mereka juga memeriksa seisi tas kedua jurnalis tersebut.

Adapun dokumen yang dihapus tersebut merupakan hasil peliputan kasus baku tembak antaranggota polisi yang bertugas di sekitar area rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Lokasi tersebut mendapat pengawasan ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan Polisi sempat melarang wartawan untuk mengambil gam­bar di satu sisi rumah jenderal bintang dua tersebut. (ast/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top