Menu

Iriana Jokowi Ikuti Festival Memasak Rendang Sedunia, Wako Padang: Momentum Kebangkitan Ekonomi

  Dibaca : 122 kali
Iriana Jokowi Ikuti Festival Memasak Rendang Sedunia, Wako Padang: Momentum Kebangkitan Ekonomi
MEMASAK RENDANG— Wako Hendri Septa beserta Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa mengikuti Festival Memasak Rendang Sedunia di Mako Lantamal II Padang.

TELUK BAYUR, METRO–Wali Kota Padang Hendri Septa beserta Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa mengikuti Festival Memasak Rendang Sedunia yang dilangsungkan di Mako Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lan­tamal) II Padang, Sab­tu (21/8) pagi.

Tak tanggung-tang­gung, acara festival mema­sak makanan terlezat di dunia khas Ranah Minang itu, juga melibatkan pe­masak rendang dari sejum­lah negara (lima benua) dalam rangka pencatatan rendang sebagai warisan budaya dunia dari Sumbar dan Indonesia.

Kegiatan ini pun dise­lenggarakan oleh jajaran Lantamal II Padang yang didukung sejumlah pihak termasuk Ibu Negara Iria­na Joko Widodo (Jokowi). Istri Presiden RI tersebut mengikuti festival tersebut dari Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu juga diikuti Ketua Harian Dekranas Pusat Tri Tito Karnavian, Ketua Umum DWP Erni Cahyo Kumolo serta unsur penting lainnya termasuk sejumlah tokoh perantau Minang Diaspora di ber­bagai negara di dunia.

Adapun di dalam acara yang dilangsungkan di Ma­ko Lantamal II Padang, hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi bersama Ketua TP-PKK Provinsi Sumbar Ny. Harneli, Wagub Sum­bar Audy Joinaldy, Kapolda Sumbar, Danrem 032/WBR dan Danlantamal II Pa­dang. Selanjutnya Danla­nud Sutan Sjahrir dan be­be­rapa kepala OPD di ling­kup Pemprov Sumbar ser­ta stakeholder terkait lain­nya.

Masing-masing pejabat terkait pun sudah diper­siapkan sebuah kuali besar untuk sama-sama me­ma­sak rendang lengkap de­ngan bahan dasar berupa daging disertai santan ke­lapa dan campuran dari ber­bagai bumbu khas yang dihaluskan tersebut.

“Alhamdulillah, atas na­ma Pemerintah Kota Pa­dang kita sangat menyam­but baik digelarnya festival akbar yakni memasak ren­dang sedunia ini. Kegiatan ini sangat luar biasa dan merupakan momentum yang tepat di saat ini. Yaitu bagaimana kita harus me­ng­a­presiasi rendang se­bagai sebuah hasil masa­kan tradisi yang ada di Sumatera Barat. Dan ini tentu harus senantiasa kita warisi dan kembangkan,” sebut Wako Hendri.

Wako Padang itu pun juga mengaku menyambut baik rendang tidak saja berbicara tentang ma­ka­nan, namun juga ber­penga­ruh dalam hal per­satuan dan kesatuan.

“Karena rendang kita bisa bersatu, seperti ter­lihat dalam festival me­masak rendang sedunia kali ini. Pesertanya men­capai tiga ribu lebih par­tisipan. Tidak saja yang ada di Tanah Air namun juga yang tengah berada di berbagai negara di dunia. Kegiatan ini telah mem­persatukan kita satu sama lainnya,” cetusnya.

Lebih lanjut orang no­mor satu di Kota Padang itu berharap agar eksis­tensi rendang terus men­dunia sebagai salah satu makanan yang dapat me­ng­gerakkan ekonomi.

“Saat ini ekonomi bang­sa telah diporak-poran­da­kan oleh pandemi Covid-19. Semoga momentum festival memasak rendang sedunia ini dapat memicu kebangkitan ekonomi kita, terutama dalam hal ekspor rendang ke berbagai ne­gara di dunia,” imbuhnya.

Terakhir, wali kota mu­da tersebut juga menu­tur­kan upaya yang telah dan tengah dilakukan pihaknya dalam mengembangkan produksi rendang di Pa­dang saat ini.

“Alhamdulillah, salah satu upaya kita saat ini yaitu tengah membangun Sen­tra Rendang Kota Padang yang berlokasi di kawasan Lubuk Buaya, Kelurahan Lubuk Buaya atau tepat­nya belakang Kantor Ca­mat Koto Tangah. Penger­jaan­nya sudah berjalan 26 persen, insya Allah selesai pembangunannya di akhir 2021,” bebernya.

“Banyak manfaat de­ngan hadirnya Sentra Ren­dang tersebut. Dimana di sana kita juga akan menga­da­kan pendidikan dan pe­latihan cara memasak ren­dang di samping mema­sarkan rendang ke pembeli atau wisatawan yang datang ke Kota Padang. Sehingga akan menjadi ‘tourism attraction’ atau ikon baru di sektor pari­wisata dan perdagangan di Sumbar dan Kota Padang khusunya. Ini adalah ben­tuk perhatian kita terhadap pengembangan kuliner ba­gi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang ada di kota yang kita cintai ini,” pungkas wako mengakhiri.

Sementara itu dalam sambutannya yang di­de­ngar­kan secara virtual, Ibu Negara Iriana Joko Wi­dodo mengungkapkan ha­ra­pan­nya agar rendang da­pat diakui Organisasi Pen­didi­kan, Keilmuan dan Ke­bu­dayaan Perserikatan Bang­sa-Bangsa (UNESCO) se­bagai warisan budaya du­nia. Tidak hanya itu, ia juga ingin rendang men­dapatkan tempat di hati dan dicintai masyarakat dunia.

Menurutnya, dengan memasak rendang se­ren­tak secara virtual kali ini di­harapkan dapat menun­juk­kan kekayaan kuliner Indonesia kepada dunia. Begitu pun meyakinkan dunia bah­wa rendang layak di­cin­tai.

“Melalui memasak ren­dang bersama ini, kita tun­jukkan kepada dunia akan kekayaan kuliner Indonesia. Kita yakinkan kepada dunia bahwa rendang la­yak dicintai dan diakui oleh UNESCO dan dunia,” kata Iriana.

Seperti diketahui, sejak tahun 2011 rendang sudah dinobatkan sebagai hi­dangan terlezat dalam daf­tar 50 hidangan di dunia oleh CNN Internasional. Lalu pada tahun 2013, Ren­dang telah ditetapkan seba­gai Warisan Budaya Tak benda Indonesia oleh Men­­teri Pendidikan dan Ke­budayaan Republik Indonesia. Rendang juga menempati posisi ke-11 sebagai makanan terenak di dunia pada 2011 dan 2021 versi CNN Travel.

Tetapi itu semua belum cukup, tegas Iriana. Ka­rena pemerintah menar­get­kan rendang bisa dino­batkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia oleh UNESCO. Se­hingga semakin membuka peluang bagi kuliner ren­dang tersaji atau dihidang­kan di berbagai tempat di dunia.

“Mari dukung dan suk­seskan, kita gaungkan Ran­dang sebagai masakan ter­lezat dunia di seluruh Nu­santara. Kita ingin rendang tersaji dan dicintai di dunia. Selamat memasak,” tukas Iriana Jokowi.

Sementara itu, Gu­ber­nur Sumbar Mahyeldi me­nyam­but baik dan meng­apresiasi atas inisiasi Lan­tamal II Padang yang me­nyelenggarakan kegiatan memasak rendang se­ren­tak di seluruh dunia ter­sebut.

“Ini merupakan momentum penting yang per­lu kita catat, karena per­tama kali dilaksanakan yang mengangkat warisan budaya dari Sumatera Ba­rat dengan melibatkan ma­syarakat dunia,” kata Mah­yeldi. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional