Close

IPM Pasaman Terendah Nomor 2 di Sumbar, Tahun 2022 Pemkab Mulai Laksanakan 10 Program Prioritas 

SAMBUTAN—Kepala Diskominfo Kabupaten Pasaman, W Hutabarat bersama Kepala Bappeda Kabupaten Pasaman Choiruddin Batubara berikan sambutan saat menerima rombongan Bimtek Jurnalis Diskominfotik Sumbar, Senin (6/12) di Kantor Bupati Pasaman.

PASAMAN, METRO–Dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 60,4, maka Kabupaten Pa­sa­man menjadi daerah nomor dua IPM terendah di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi ini menjadi tantangan yang cukup be­rat bagi Pemkab Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati, H Benny Utama, SH, MM dan Sabar AS, S Ag. Kepala Bappeda Pa­sa­man, Choiruddin Batubara mengatakan, IPM dipengaruhi tiga sektor, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Untuk mengatasi IPM yang jauh tertinggal ini, Pemkab Pasaman menyiapkan 10 program unggulan yang tertuang dalam RPJMD Pasaman Tahun 2021-2026. Di mana RPJMD ini telah dite­tap­kan menjadi Perda Nomor 4 Tahun 2021.

Saat ini menurutnya, masyarakat Pasaman me­nye­lesaikan sekolah rata-rata hanya di tingkat kelas 2 SMP. Dibandingkan dengan daerah lain di Sumbar, jenjang pendidikan ini di bawah rata-rata Sumbar dan nasional. “Penyebabnya, karena ketersediaan sarana dan prasarana jenjang pendidikan masih ku­rang memadai. Di kabupaten ini meski ada perguruan tinggi, namun belum menjadi rujukan,” ungkap Choi­ruddin, saat menerima rom­­bongan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Sumbar, Senin (6/12) di Kantor Bupati Pasaman.

Hadir dalam rombongan Diskominfotik Sumbar tersebut peserta bimbingan tekhnis (bimtek) jurnalistik yang terdiri dari para wartawan media cetak, elektorik dan televisi.

Begitu juga di sektor kesehatan. Di daerah ini, pembangunan dari sisi ke­se­hatan masih tertinggal. Bahkan, Kabupaten Pasaman merupakan kabupaten yang memiliki angka stunting tertinggi sejak tahun 2018 bersama Kabupaten Solok Selatan (Sol­sel), Pasaman Barat (Pasbar) dan Solok Selatan (Sol­sel). Stunting di Pasaman bahkan baru diketahui ta­hun 2017. Berdasarkan hasil survey nasional tahun 2013. “Setelah empat tahun ba­ru tahu. Angka prevalen­sinya cukup tinggi capai 40 persen. Kita lakukan intervensi dengan meng­ge­rakan seluruh dinas,” ungkapnya.

Dengan intervensi yang dilakukan berdampak prevalensi turun menjadi 19 persen pada tahun 2020 lalu. “Ditargetkan tahun 2024 nanti bisa turun jadi 14 persen. Sekarang hampir 50 persen nagari sudah ada anggaran untuk mengatasi stunting dengan menggerakan kader desa,” ungkapnya.

Di sektor ekonomi, diakui Choiruddin, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasaman mengalami perlambatan. “Tahun 2020 per­tu­m­buhan ekonomi minus 0,87 persen. Namun, lebih bagus dibandingkan pertumbuhan ekonomi Pro­vinsi Sumbar yang minus 1,19 persen,” ungkapnya.

Choiruddin juga mengungkapkan, Kabupaten Pasaman peringkat 14 da­erah termiskin di Sumbar. Angka kemiskinan di daerah ini mencapai 7,16 persen pada tahun 2020. Begitu juga pengangguran terbuka. Di mana tahun 2020 angka pengangguran terbuka di daerah ini mencapai 5,04 persen.

Permasalahan yang ada tersebut menurut Choi­rud­din dirumuskan melalui RPJMD. Di mana berdasarkan RPJMD tersebut, ada lima masalah utama dalam melaksanakan pembangunan di daerah ini.  Yakni, belum optimalnya pengamalan nilai adat dan agama, rendahnya kualitas SDM, belum optimalnya fasilitas infrastruktur. Selain itu, masih rendahnya pendapatan dan perekonomiam ma­­sya­rakat dan belum op­ti­mal­nya penyelenggaraan pe­merintahan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, Pem­kab Pasaman melalui ke­pe­mimpinan Bupati, H Benny Utama, SH, MM dan Sabar AS, S Ag mengusung visi “Terwujud Masyarakat Pa­sa­man yang Lebih baik dan Bermartabat”. Untuk me­wu­judkan visi tersebut, ada enam misi yang diemban. Se­lain itu, visi dan misi tersebut juga dituangkan dalam 10 program prioritas pembangunan  Pasbar selama lima tahun ke depan. “Pada tahun 2022 ini, 10 program unggulan ini mulai dilaksanakan nantinya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pasaman, W Hutabarat tidak memungkiri, dengan posisi berada paling ujung timur Provinsi Sumbar, kabupaten ini sangat sepi sekali dari pengunjung.

“Kita lihat kondisinya sepi. Itulah kondisi ini. Kepada teman-teman dari media, tolong bantu jual kabupaten ini. Bantu kami agar bisa ramai dan eko­nomi menggeliat. Kabupaten ini terujung timur dan pintu masuk dari Utara. Bantu datangkan investor agar kabupaten ini bisa jadi kebanggaan,” harapnya.

Sebelumnya, Perwakilan dari Diskominfotik Pro­vinsi Sumbar, M. Ridwan Afif mengatakan, kehadiran rombongannya bersama jurnalis, melaksanakan rangkaian kegiatan bimtek yang diikuti 90 jurnalis dan organisasi pers di Sumbar. Bimtek dilakukan dengan melakukan studi lapangan ke tiga kabupaten terpilih. Yakni Pasaman, Pasaman Barat (Pasbar) dan Solok Selatan (Solsel).

Pasaman jadi tujuan bimtek, berdasarkan hasil evaluasi Diskominfotik Sumbar. Di mana tahun 2020 lalu, penilaian terhadap kegiatan kehumasan di Kabupaten Pasaman cukup baik. Selain itu, hubungan dengan insan pers sangat sinergi sekali. Kondisi ini menurutnya langkah yang baik untuk melaksanakan roda pemerintahan. Ini yang perlu kita dalami.(fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top