Menu

Ingin Segera Sekolah Tatap Muka, Kantongi Izin Ortu, 283 Pelajar SMP 21 Divaksin di Kota Padang

  Dibaca : 127 kali
Ingin Segera Sekolah Tatap Muka, Kantongi Izin Ortu, 283 Pelajar SMP 21 Divaksin di Kota Padang
VAKSINASI PELAJAR— Ratusan pelajar SMPN 21 antusias mengikuti vaksinasi yang dilakukan di sekolah mereka, Kamis (9/9).

PADANG BASI, METRO–Vaksinasi remaja terus digalakkan bagi anak usia 12-17 tahun, di Kota Padang. Mereka yang umumnya berstatus pe­lajar, antusias divaksin karena sudah tidak sabar ingin pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Karena, sudah berbulan-bulan pelajar hanya belajar di rumah.

Kamis (9/9), sebanyak 283 siswa SMPN 21 di Kelurahan Padang Basi, Kecamatan Lubukkilangan mengikuti vaksinasi Covid-19 di sekolah mereka. Diharapkan dengan vaksinasi ini dapat mem­bentengi para siswa jika Kota Padang nanti akan memulai Pem­be­lajaran Tatap Muka di sekolah.

Kepala SMPN 21 Pa­dang, Yan Hendrik meng­ung­kapkan, pelaksanaan vak­sinasi bagi peserta didik diakomodir para te­naga kesehatan dari Pus­kes­mas Lubukkilangan, Pauh dan Kuranji. Siswa yang divaksin ini terdiri dari kelas VII, VIII dan IX serta telah mengantongi izin orang tua.

“Alhamdulillah, res­pons dan antusiasme dari anak-anak kami dan orang­tua wali murid sangat po­sitif. Meskipun ada bebe­rapa yang takut karena disuntik, tetapi setelah dilakukan pendekatan me­reka jadi berani dan tidak takut disuntik. Pelaksanaan vaksin berjalan dengan baik dan lancar serta tak ada kendala,” jelas Yan Hendrik.

Ia mengimbau kepada peserta didik yang telah divaksin untuk tetap patuhi prokes dalam beraktivitas. Agar keselamatan terja­min dan penyebaran virus dapat dicegah.

“Siswa harus tetap pa­kai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Jika tak ada keperluan urgent lebih baik di rumah saja,” ucap­nya.

Ia juga berpesan ke­pada orang tua murid untuk mengawasi prokes anak di rumah. Jangan dibiarkan mereka tidak memakai masker ke luar rumah.

Sementara itu, Bima (16), salah seorang siswa mengatakan dirinya mau divaksin agar imun tubuh­nya kuat serta penularan vi­rus dapat dihindari. “Awak takuik kanai corona, makonyo nio vaksin,” ujar­nya.

Ia menyampaikan, tak ada yang berubah pada tubuhnya usai di vaksin dan hanya sedikit rasa sakit karena kena jarum suntik.

Bima juga menyebut usai divaksin, karena sudah rindu belajar di sekolah, bertemu guru dan teman-teman. “Belajar di rumah tidak enak. Lebih enak di sekolah, materi pelajaran yang didapat lebih jelas dari guru,” ungkap Bima.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pa­dang, Feri Mulyani me­nyam­paikan vaksin yang diberikan ke pelajar jenis­nya sama dengan vaksin untuk masyarakat yakni Sinovac.  Pelaksanaan vak­sin bagi pelajar akan ditun­taskan hingga akhir September dan targetnya 40 ribu pelajar.

Meski telah divaksin pelajar, Dinkes tentu me­nga­jak semua peserta didik patuhi prokes dan jangan lengah.

Untuk diketahui, Ke­men­terian Kesehatan (Ke­menkes) resmi membuka vaksinasi covid-19 untuk golongan usia 12 sampai 17 tahun. Perluasan vaksinasi ini dibuat dengan mem­pertimbangkan kasus anak yang terpapar virus Covid-19 semakin mere­bak.

Vaksinasi untuk usia 12-17 tahun diatur dalam Surat Edaran HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelak­sanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemen­kes Maxi Rein Rondonuwu pada 30 Juni 2021.

Vaksin Sinovac meru­pa­kan vaksin yang digu­nakan dalam percepatan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Per­cepatan vaksinasi Covid-19 diatur dalam Surat Edaran Ke­menkes nomor HK.­02.02/I/1727/2021 tentang Vak­sinasi Tahap 3 bagi Ma­s­yarakat Rentan, Masya­rakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12-17 tahun.

Vaksin Sinovac men­dapat persetujuan untuk digunakan pada kelompok usia besar atau sama de­ngan 12 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Maka­nan (BPOM) tertanggal 27 Juni 2021, seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Senin (23/8) lalu.

Peningkatan kasus ter­kon­firmasi Covid-19 pada usia anak-anak, persetu­juan penggunaan vaksin Sinovac, dan rekomendasi Komite Penasihat Ahli Imu­nisasi Nasional atau In­donesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) menjadi per­tim­bangan dikeluarkannya Surat Edaran percepatan vaksinasi Covid -19 ter­ma­suk bagi anak usia 12-17 tahun tersebut.

Dalam SE tersebut dise­butkan pelaksanaan vak­sinasi anak dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kese­hatan atau di sekolah/ma­drasah/pesantren ber­koor­­dinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kanwil/Kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pen­dataan dan monitoring pe­lak­sanaan.

Diantara sayarat bagi pelajar yang ingin divaksin adalah, peserta vaksinasi harus membawa kartu ke­luarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak. Kemudian,  lolos me­kanisme skrining, pelak­sa­naan dan observasi sama seperti vaksinasi pada usia >18 tahun

Selanjutnya, menda­pat­kan izin dari orang tua. Pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasi dima­suk­kan dalam kelompok re­maja. Dan, membawa pre-skrining yang sudah di­cetak.

Para pelajar 12-17 tahun  ini nantinya melakukan vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan jarak atau interval minimal 28 hari. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional