Close

Ingin Jadi Pebalap Dunia, 16 Pebalap Belia Dilatih Astra Honda Racing School

PELATIHAN-Para pebalap belia mengikuti pelatihan putaran kedua Astra Honda Racing School (AHRS) di Boyolali-Jawa Tengah.

JAKARTA, METRO–PT Astra Honda Motor (AHM) melanjutkan pembinaan 16 pebalap muda da­lam pemusatan pelatihan balap Astra Honda Racing School (AHRS) di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Memasuki putaran pelatihan kedua, para pebalap diasah lebih dalam pada materi Basic Technical Know­ledge dalam mengendarai sepeda motor balap.

Pada tahap pertama, para pebalap yang saat ini masih berusia 10-15 tahun mendapatkan program pe­latihan dengan fokus materi pada peningkatan kemampuan komunikasi. Pa­da tahap kedua ini, para pebalap belajar memahami pengetahuan da­sar set­ting suspensi dan pengetahuan dasar ban sepeda motor balap.

Pemahaman tentang ban sangat penting bagi para pebalap sebagai penentuan strategi pebalap dalam menentukan stra­tegi offensive dan de­fen­si­ve ser­ta pemilihan kompon ban dalam menghadapi balapan di saat kondisi ke­ring dan hujan. Sedangkan pemahaman mengenai sus­­pensi, sangat dibutuhkan oleh siswa untuk bisa mengetahui pemilihan setting suspensi, ter­ma­suk set­ting pre­lo­ad dan setting kompresi suspensi yang dapat mendukung performa saat bersaing di lintasan balap.

Setelah belajar secara teori, setiap pebalap me­lakukan praktek di lintasan dengan menggunakan Hon­da NSF100. Mereka dilatih langsung oleh pebalap nasional dan internasional yaitu Gerry Salim, Sudarmono, dan Wawan Hermawan yang ditunjuk sebagai mentor. Per­kem­bangan kemampuan balap mereka pun diukur melalui pengujian time attack dan juga mini race.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya me­ngatakan pembinaan ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan kompetensi pebalap Indonesia agar sebelum berjuang mencetak berprestasi di kancah balap nasional hing­ga dunia. Konsistensi penjenjangan balap ini diharapkan mampu menghadirkan prestasi yang gemilang dan mengha­rumkan nama bangsa di masa yang akan datang.

“Materi-materi yang kami berikan kepada para peserta AHRS secara komprehensif baik teknis maupun non teknis, diharapkan dapat diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya semua proses pem­belajaran dengan mak­si­mal, sehingga nan­tinya dapat berguna dalam proses perjalanan menggapai mimpi untuk meraih pres­tasi tertinggi di arena ba­lap,” ujar Andy.

 Dimulai sejak tahun 2010 dan telah meluluskan 150 pebalap hingga saat ini, AHRS menjadi ajang pencarian bibit balap Ta­nah Air yang konsisten dalam menghadirkan pebalap-pebalap berprestasi yang bersaing di ajang ba­lap Asia dan dunia. Mario Suryo Aji yang saat ini bersaing di kelas Moto3 World GP, merupakan lulusan AHRS tahun 2016.

Sementara itu, Fadillah Arbi Aditama yang saat ini bersaing di Eropa pada ajang FIM JuniorGP merupakan lulusan AHRS tahun 2019. Sebelumnya, Andi Farid Izdihar dan Gerry salim merupakan lulusan AHRS tahun 2010.

Pembinaan dalam program AHRS bertujuan untuk semakin mematangkan kemampuan pebalap belia Tanah Air sebelum terjun ke balapan sesungguhnya di tingkat nasional maupun internasional seperti Thailand Talent Cup, Asia Tha­lent Talent Cup, Asia Road Racing Championship, FIM JuniorGP, hingga level dunia di ajang Grand Prix. Pembinaan AHRS akan dilakukan satu kali lagi pada salah satu sirkuit di pulau Jawa. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top