Close

Industri Halal Peluang Inkubasi Wirausahawan Baru, Gubernur Sumbar: OPD Wajib Bermitra dengan 5 UMKM

PENGEMBANGAN UMKM — Gubernur Sumbar Mahyeldi memberi sambutan dalam acara rapat koordinasi tentang mewujudkan kolaborasi dan sinergitas stakeholders dalam pemberdayaan koperasi, dan UMKM untuk pemulihan serta pemerataan ekonomi di Sumbar.

THAMRIN, METRO–Untuk mewujudkan Sumatera Barat menjadi pusat perdagangan industri kecil, koperasi, dan UMKM,­ Pemprov Sumbar meng­ge­lar acara rapat koordinasi tentang mewujudkan kolaborasi dan sinergitas stakeholders da­lam pemberdayaan koperasi, dan UMKM untuk pemulihan serta pemerataan ekonomi di Sumbar, Kamis (9/6) di Hotel Grand Zurri.

Gubernur Mahyeldi, dalam sambutannya mengatakan, Pemprov Sumbar terus melakukan upaya mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui program dana de­­sa dan pembangunan infrastruktur. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemprov, pemda se-Kabupaten/Kota dalam memberikan kontribusi yang signifikan untuk pere­konomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama usaha adalah ikatan bersama dan tanggung jawab antar pengusaha. Tidak ada cara lain untuk mendorong pening­katan jumlah usaha mene­ngah dan besar, kecuali melalui kolaborasi,” ucap gubernur.

Menurutnya, diperlukan beberapa langkah  da­lam membangun sinergi dan kolaborasi antar pelaku usaha dan pemerintah sebagai sumber pertumbuhan dan kekuatan eko­nomi bangsa.

“Pertama, setiap OPD wajib bermitra dengan minimal lima UMKM. Hal ini demi terwujudnya percepatan peningkatan penggunaan produk dalam ne­geri untuk mensukseskan gerakan nasional bangga buatan Indonesia,” ujarnya.

“Kedua, pemprov telah melakukan program pelatihan serta pendampingan oleh beberapa OPD terkait dalam menciptakan 100 ribu millenial entrepreneur, dengan capaian 11.273 entrepreneur pada tahun 2022,” lanjutnya.

Lebih lanjut, gubernur berharap dari beberapa langkah dan kebijkan Pemprov Sumbar dalam pe­ngem­bangan koperasi dan UMKM, ia berharap adanya sinergitas dalam pembinaaan UMKM melalui langkah dan upaya yang lebih maksimal.

“Salah satunya meningkatkan produktivitas koperasi dan UMKM dengan melakukan pendekatan adopsi teknologi melalui transformasi digital dan produktivitas digital,” imbuhnya.

Ia juga menyebut Pemprov Sumbar telah menyiapkan beberapa fasilitas dan pedoman untuk mendukung sumbar menjadi pusat industri halal tahun 2024, antara lain melakukan konversi Bank Nagari konvensional menjadi Bank Nagari syariah, menyiapkan peraturan daerah oleh DPRD, dilantiknya anggota KDEKS Sumbar, hal tersebut bertujuan untuk menjalankan visi dan misi sumbar yang berlandaskan pada pedoman ABS-SBK.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Kewi­ra­usahaan Kementerian Koperasi dan UMKM, Siti Azizah, menyebut perlunya peran dari tiap stakeholder untuk mempercepat transformasi UMKM menjadi digital. Ia menargetkan di tahun 2024 rasio ke­wi­rausahaan nasional di Indonesia mencapai 3.95 persen yang diikuti dengan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen.

“Saat ini terindikasi pelaku usaha memiliki pro­duktivitas yang rendah, un­tuk itu perlu adanya pe­ngem­bangan kewirausahaan nasional, dengan membentuk program prioritas penguatan wirausaha dan UMKM, membentuk Perpres kewirausaha­an nasional tahun 2022 – 2024, serta mempercepat sinergi lintas sektoral,” katanya.

Ia menambahkan, ke,­depan Indonesia akan meng­­hadapi bonus demo­grafi kalangan Pemuda In­do­nesia pada Tahun 2030, maka pemerintah berusaha untuk mengembangkan potensi besar ter­sebut me­lalui pemberdayaan dan pengembangan kepemu­daan di bidang Kewirausahaan. Salah satunya pe­ngem­bangan wirausaha melalui skema inkubasi.

 “Skema inkubasi memiliki tujuan menciptakan wirausaha baru, menguat­kan dan mengembangkan UMKM, serta melakukan optimalisasi dalam per­kembangan SDM dan iptek,” paparnya.

,Siti Azizah berharap, dengan banyaknya Lembaga inkubator yang berdiri, dan bersinergi dengan Ke­menKopUKM, maka akan dapat menginkubasi sebanyak mungkin tenant/start up yang tangguh, kreatif, dan profesional.

“Dengan banyaknya tenant/start up yang tumbuh diharapkan target pemerintah dalam RPJMN 2020-2024 terkait pertumbuhan wirausaha baru sebanyak 4 persen dan peningkatan Rasio kewirausahaan nasional 3,95 persen di tahun 2024 dapat tercapai,” ungkapnya.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Dinas Koperasi UKM Sumbar, Nazwir, Kepala Bapedda Lingkup Provinsi Sumbar, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM se-Sumbar, Ketua Satgas Halal Provinsi Sumbar, Ikrar Abdi, dan perwakilan Bank Nagari. (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top