Menu

Indonesia Gandeng Singapura Buka Peluang Lapangan Kerja

  Dibaca : 111 kali
Indonesia Gandeng Singapura Buka Peluang Lapangan Kerja
BERTEMU—Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartanto bertemu dengan pejabat Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura terkait perkembangan kerja sama di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya.

JAKARTA, METRO–Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Har­tanto mengatakan, peme­rintah telah menyelesaikan pembahasan dengan Ke­men­terian Perdagangan dan Industri Singapura terkait perkembangan ker­ja sama di Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lainnya, investasi, transportasi, pariwisata, tenaga kerja, dan agri­bisnis.

Menurutnya, imple­men­­tasi dari rencana kerja yang telah disepakati diha­rapkan dapat mening­kat­kan investasi dan mem­berikan lapangan peker­jaan bagi masyarakat. Pe­luang peningkatan inves­tasi tersebut mulai dari energi hijau, e-commerce, data center, hingga carbon trading.

“Peningkatan investasi untuk membuka lapangan kerja akan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi pasca pandemi,” ujarnya dalam keterangannya, Ka­mis (15/7).

Airlangga memapar­kan, untuk mendukung tek­no­logi digital agar semakin berkembang di Kawasan BBK, Pemerintah Indonesia telah meresmikan Nongsa Digital Park pada Maret 2018 lalu. Lokasi ini meru­pakan proyek utama yang dipergunakan sebagai hub digital antara Indonesia dan Singapura.

“Kawasan BBK, diper­siap­kan menjadi hub lo­gistik internasional untuk mendukung integrasi dan persaingan industri, perda­gangan, maritim dan pari­wisata,” ucapnya.

Nongsa Digital Park juga sudah ditetapkan se­ba­gai KEK melalui PP No. 68 Tahun 2021. Saat ini, Nongsa Digital Park me­miliki sekitar 160 peru­sahaan dengan 1000 pe­kerja yang berasal dari perusahaan lokal maupun perusahaan asing. Selain Nongsa Digital Park, Pe­merintah Indonesia juga sudah menetapkan zona Batam Aero Technic (BAT) di Batam sebagai KEK m­e­la­lui PP No. 67 Tahun 2021.

Selain itu, Airlangga juga menyebut, Indonesia dan Singapura telah me­nandatangani 29 Perjanjian Kerja Sama (MoU) terkait peningkatan kapasitas te­na­ga kerja melalui pem­bahasan manajemen ran­tai pasokan, keahlian eko­nomi digital, teknologi fi­nan­sial, inovasi sosial, ana­lisa data, pariwisata dan hospitality, kepemimpinan, kebudayaan dan obat-oba­tan.

Sementara pemba­ha­san terkait agribisnis, ke­dua negara fokus untuk mengembangkan kerja sa­ma dalam sub-kelompok kerja pertanian, hasil laut dan perjanjian sanitari dan fitosanitari (sanitary and phytosanitary) berda­sar­kan World Trade Organization (WTO).

Investor Singapura nan­­tinya akan mengembang­kan sistem pertanian pintar (smart farming system) untuk memproduksi buah-buahan, sayuran dan pro­duk lainnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar Singapura. “Dalam proyek ini, Indonesia akan menye­diakan sumber daya lahan, tenaga kerja dan teknologi sehingga proyek ini dapat segera terlaksana,” imbuh­nya.

Airlangga menam­bah­kan, Kedua Menteri sepa­kat untuk membentuk micro travel bubble antara Singapura dengan kawa­san di dalam pulau Bintan, seperti Lagoi. Apabila pem­bentukan micro travel bubble ini dapat berjalan dengan baik, untuk selan­jutnya dapat ditingkatkan ke dalam area yang lebih besar.

Melalui micro travel bubble ini, wisatawan da­pat saling berkunjung se­cara aman dan nyaman, dan bermanfaat sebagai upaya menumbuhkan kem­bali wisata dan eko­nomi. Pembahasan lanju­tan mengenai pelaksanaan micro travel bubble ini masih akan dilakukan, agar dalam pelaksanaannya nanti tidak akan ber­dam­pak buruk bagi kesehatan. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional