Menu

Indonesia Berduka, Danlantamal II dan Prajurit Shalat Gaib

  Dibaca : 97 kali
Indonesia Berduka, Danlantamal II dan Prajurit Shalat Gaib
SHALAT GAIB— Danlantamal II Hargianto.S.E.,M.M.,S.i(Han) diikuti pejabat lain khusuk menjalankan shalat gaib di Masjid Aljariyah Mako Lantamal II, Senin (26/4).

PADANG, METRO
Rasa duka yang mendalam menimpa KRI Nanggala 402, juga dirasakan semua prajurit yang berada di daerah, khususnya Pangkalan Utama TNI AL II (Lantamal II). Senin (26/4), Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal II) Hargianto.S.E.,M.M.,S.i(Han) memberikan pengarahan pada saat sebelum dilaksanakan shalat Gaib di Masjid Al Jariyah Markas Komando (Mako) Lantamal II. Dalam pengarahan Danlantmal menyampaikan rasa duka yang dalam atas terjadinya musibah yang menimpa saudara dan rekan kita prajurit yang ada di KRI Nanggala 402. “Mereka pengawal Samudera yang kuat dan kokoh merupakan patriot terbaik yang dimiliki bangsa ini,” ujar Hargianto.

Dikatakan, KRI Nanggala 402 tenggelam di laut bagian Utara Pulau Bali pada saat latihan penembakan torpedo Rabu 21 April pukul 03.00 Wit hilang kontak. Sudah dilakukan upaya pencarian oleh beberapa kapal yang terlibat, baik dari unsur KRI, Kapal Kepolisian, Basarnas dan Bakamla maupun kapal perang dari negara sahabat. “Hngga kini tim yang terlibat dalam pencarian itu masih berupaya,”ujarnya.

Shalat gaib dilakukan oleh Danlantmal, para PJU, Kasatker dan personel yang beragama Islam. Setelah selesai dilanjutkan dengan doa, dengan harapan para prajurit KRI Nanggala 402 yang gugur mendapatkan tempat yang layak sisi Allah SWT dan keluarga yang di tinggalkan diberi kekuatan, ketabahan dan keikhlasan dalam menerima musibah ini.

Di tempat terpisah Wadanlantamal II Kolonel Marinir Freddy JH Pardosi,S.E.,S.H.,M.M., memimpin doa bersama bagi personel yang beragama Nasrani. Ikut dalam doa bersama Danyonmarhanlan Letkol Marinir Bonaficius Adiwisata .S.H., M.Tr.Opsla serta personel yang beragama Nasrani. Doa bersama dilaksanakan di Markas Komando Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Mako Yonmarhan) II.

Kejadian ini bukan saja duka TNI AL tapi juga merupakan duka nasional. Tenggelamnya KRI Nanggala 402 dan 53 prajurit terbaik dari Satuan Kapal Selam TNI Angkatan Laut gugur. Pelaksanaan shalat gaib ini, tetap mengacu protokol kesehatan Covid-19 yaitu menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala 402 ditemukan tenggelam di kedalaman 838 meter di perairan Utara Bali, Minggu (25/4). Kapal yang membawa 53 prajurit terbaik TNI AL ini, pecah menjadi tiga bagian. Kepastian KRI Nanggala diperoleh pagi tadi setelah menemukan sejumlah barang yang diyakini milik kapal tersebut. KRI Rigel meninkdalnjuti dengan melaksanakan multibeam echosounder terhadap kontak bawah air di sekitar posisi datum atau saat tenggelamnya KRI Nanggala pertama kali.

“Karena peralatan KRI Rigel yang ROP-nya hanya mampu 800 sehingga diserahkan pada MV Swift Rescue yang mana bantuan dari Singapura, lalu diidentifikasi kontak tersebut oleh MV Swift Rescue pada 07.37 WITA pagii,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono saat konferensi pers, Minggu (25/4). Kapal selam Singapura itu, kata dia, menurunkan Remotely Operated Vehicle (ROV) guna menindaklanjuti kontak bawah air laut yang telah diberikan oleh KRI Rigel. Alhasil, pada pukul 09.04 WITA, ROV yang diturunkan Singapura mendapatkan kontak visual pada posisi 07 derajat 48 menit 56 detik Selatan dan 114 derajat 51 menit 20 detik Timur.

“Letaknya dari datum 1 tadi tempat tenggelamnya KRI Nanggala berjarak kurang lebih 1.500 jam di Selatan pada kedalaman 838 meter ini terdapat bagian-bagian dari KRI Nanggala,” katanya. (ped)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional