Menu

Indikasi Korupsi Dana Masjid Raya Sumbar Rp. 629 Juta, Kejati Sumbar mulai Dalami Laporan

  Dibaca : 261 kali
Indikasi Korupsi Dana Masjid Raya Sumbar Rp. 629 Juta, Kejati Sumbar mulai Dalami Laporan
Amran Kajati Sumbar

PADANG, METRO
Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat (Sumbar) telah menerima laporan penyelewan  yang diduga ada indikasi korupsi yang menjerat oknum ASN berinisial YR pegawai Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar.

Kepala Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Sumatera Barat, Amran mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan korupsi dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar yang diduga dilakukan oknum ASN YR.

“Kami telah menerima laporan, dan akan memproses laporan tersebut serta mendalaminya,” kata Kajati Sumbar didampingi Asisten Intelijen Kejati Sumbar Teguh Wibowo, di Padang, Rabu (4/3)

Dia menambahkan,  pihaknya belum bisa merinci terkait kasus itu, karena pemeriksaan tengah berjalan di bagian Pidana Khusus (Pidsus).” Kita akan dalami secepatnya kasus ini di bidang Pidsus,” tegas Mantan Wakajati Lampung itu.

Sementara itu, Kepala Biro Bintal Setda Syaifullah mengatakan, pihaknya membuat laporan ke kejaksaan sejak Senin lalu.

Dia mengatakan pelaporan tersebut dilakukan dengan membuat pengaduan serta dokumen dan berkas pendukung.

“Sebenarnya YR tidak hanya disebut memakai dana APBD, namun juga infak Masjid Raya Sumbar dan pajak dengan total anggaran mencapai Rp1,5 miliar.” ungkapnya.

Ditambahkanya, Khusus untuk anggaran di Biro Bintal yang notabene adalah uang masyarakat besaran yang diselewengkan sekitar Rp629 juta.

Dijelaskan, Syafullah ke tiga mata anggaran tersebut diserahkan ke kejaksaan karena saling terikat satu sama lain.

“ Mengingat oknum ASN YR  rangkap wewenang sebagai bendahara dan merupakan bendahara di Masjid Raya Sumbar, bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Bendahara di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov yang dulu bernama Biro Bina Sosial.” terangnya.

Dilajutkannya, Dengan hal itu yang bersangkutan bisa memainkan tiga item anggaran secara lelusa.

“ Ketika ia memakai infak masjid raya Sumbar, maka ditutup dengan uang zakat, kemudian kebolongan itu ia tutup lagi dengan dana APBD yang dianggarkan ke Biro Bintal Setda Sumbar,” ungkapnya.

Seperti berita sebelumnya, diduga Seorang PSN di Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Rakyat (Bintal dan Kesra) Pemerintah Provinsi Sumbar diduga menyelewengkan uang Masjid Raya Sumbar. PSN berinisial YRN menggelapkan uang milik negara dan milik umat sejumlah Rp 1,5 miliar lebih.

Dengan perincian Rp 862 juta milik Masjid Raya Sumatra Barat, uang ABPD untuk Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumbar sebanyak Rp 629 juta, dan uang pajak Rp 56 juta. YRN selama ini dipercaya sebagai bendahara di Biro Bintal dan Kesra Pemprov Sumbar, Bendahara Masjid Raya Sumbar dan bendahara Unit Pengumpulan Zakat.(cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional