Close

Indehoi di Kamar, 2 Pasangan Ilegal Digaruk, Tak Ada KTP, 3 Pemandu Lagu Diamankan di Kota Padang

AWASI PENGINAPAN— Petugas Satpol PP Kota Padang melakukan penertiban penginapan, kos-kosan serta tempat hiburan malam yang melanggar jam operasional, Sabtu (21/1). Dua pasangan tanpa ikatan pernikahan diamankan dari salah satu penginapan dan kos-kosan.

TAN MALAKA, METRO–Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, kembali menggelar razia dan penga­wasan penginapan, kos-kosan yang ada di Kota Padang, akhir pekan kemarin. Meski sudah berkali-kali melakukan razia, namun masih ada juga pemilik rumah kos dan penginapan yang membolehkan pasangan di luar ikatan pernikahan tidur dalam satu kamar.

Razia yang dipimpin Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Kota Padang, Rio Ebu Pratama tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat kondusif di Kota Padang. Hal ini juga sesuai dengan amanat Perda nomor 11 Tahun 2005 tentang Trantibum.

Kasat Pol PP Padang, Mursalim mengatakan, da­ri tiga hotel dan kos-kosan yang dilakukan pengawa­san, ada satu penginapan dan satu kos-kosan yang diberi surat panggilan, keduanya diduga melanggar perda.

“Diduga pemilik hotel melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata dan pemilik kos-kosan melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Rumah Kos. Pemilik diberi surat panggilan karena dalam pengawasan kita dapat ada tamu yang diduga pasangan bukan suami istri di sana,” ujar Mursalim, Sabtu (21/1).

Dijelaskannya, satu pa­sangan diduga bukan pasutri ditertibkan di salah satu hotel yang ada di kawasan Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Pa­dang Utara dan satu pasangan lagi ditertibkan di kos-kosan Jalan Kampung Nias, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan.

“Total pasangan yang diamankan, ada dua pasangan yang tidak memiliki buku nikah, mereka kita temukan sedang berduaan di dalam kamar,” terangnya.

Selain itu, Satpol PP Kota Padang juga melakukan pengawasan kepada kafe karaoke yang melewati jam operasional sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2012 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Pasal 73 Ayat (2).

“Kita juga mendapati ada dua kafe karoke di kawasan Pondok yang masih beroperasi padahal sudah lewat jam tayang, dan kita dapati juga di sana ada tiga wanita yang diduga sebagai pemandu lagu. Disaat kita tanya Kartu Tanda Penduduk (KTP), mereka tidak dapat memperlihatkanya, tiga wanita tersebut kita bawa ke Mako untuk didata dan pemilik usaha kafe karaoke tersebut kita berikan surat panggilan,” katanya.

Semua yang terjaring tersebut, sudah diserahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk didata dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Kita tunggu hasil PPNS,­ yang jelas jika ada diantara mereka yang berprofesi sebagai PSK maka diserahkan ke Dinas Sosial untuk dibina, namun jika tidak dilakukan pembinaan bersama pihak keluarga di Mako Satpol PP,” jelasnya. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top