Close

Imunisasi Kalah Populer dari Vaksin Covid-19, Bupati Agam Ajak Sukseskan BIAN

BULAN IMUNISASI— Monev Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan KEJAR, di Hotel Sakura Syariah, Senin (1/8) yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Agam, Sekda Agam.

AGAM, METRO–Bupati Agam melalui Sekdakab Agam, Edi Busti menuturkan bahwa, imunisasi saat sekarang ini kalah populer dibandingkan vaksinasi Covid-19, hal ini mengingat m­asa pandemi yang menggempur ber­bagai belahan dunia.

”Kondisi itu membuat capa­ian imunisasi di Kabupaten Agam alami pe­nu­runan,” ujarnya saat buka Mo­nev Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan KEJAR, di Ho­tel Sakura Sya­riah, Senin (1/8).

Dikatakannya, 2 tahun terakhir berbagai kegiatan yang ber­sifat me­ngum­pulkan ba­nyak orang, tidak bisa dilakukan akibat pandemi Covid-19, termasuk pemberian imunisasi.

”Akibat pandemi ini, ketika kita melakukan imunisasi, terkadang masyara­kat masih beranggapan yang diberikan itu adalah vaksin Covid-19,” sebutnya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur terkait dan elemen masyarakat, menyamakan persepsi dalam memberikan penjelasan pada masyarakat. Karena menurutnya, imunisasi awal dari pertumbuhan anak ke depan.

”Imunisasi penting dilakukan untuk mewujudkan anak sehat, khususnya di Kabupaten Agam,” ujarnya lagi.

Menurutnya, capaian vaksin imunisasi di Agam cukup rendah, sehingga pemerintah membentuk Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Ini katanya perlu disukseskan, dalam mewujudkan anak yang sehat.

Dengan begitu, diha­rapkannya anak wajib imunisasi harus lengkap imunisasinya. Maka ia minta Puskesmas berinovasi, ba­gaimana capai­an imunisasi bisa tercapai sesuai target yang ditetapkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ke­sehatan Agam, Hen­dri Rusdian me­nyebutkan, akibat pandemi yang terjadi sejak dua tahun terakhir berdampak pada seluruh sektor, termasuk sektor kesehatan.

”Sesuai data yang didapat dari Kemenkes, sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi dasar leng­kap akibat pande­mi, sehingga akan mempengaruhi ke­sehatan anak dan rentan terhadap pe­nyakit,” terangnya.

”Di Agam sendiri terdapat 4 kasus campak seperti di Tanjung Raya, Sungai Pua, Banuhampu dan Ampek Nagari,” jelasnya.

Artinya, dengan BIAN bagaimana dapat mengejar capaian imunisasi yang tertinggal, dan memaksimalkan pelaksanaannya, supaya terwujudnya anak yang sehat di Kabupaten Agam. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top