Menu

Imbauan tak Dihiraukan, Alek di Piaman Dibubarkan Polisi

  Dibaca : 1152 kali
Imbauan tak Dihiraukan, Alek di Piaman Dibubarkan Polisi
BUBARKAN ALEK—Kapolsek Sungai Geringging Iptu Anazrul didampingi Camat Sungai Geringging Kecil Ardinata, Babinsa Koramil 08 Sertu Efendi dan petugas Puskesmas mendatangi salah satu lokasi pesta dan membubarkannya, kemarin

PDG. PARIAMAN, METRO–Pesta pernikahan atau alek di Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman terpaksa dibubarkan personel Polsek Sungai Geringging bersama Muspika Sungai Geringging yang tergabung dalam Satgas antisipasi penularan Virus Covid-19, Jumat (27/3) siang. Penyelenggara dianggap melanggar aturan. Polisi bertindak untuk menjalankan kebijakan pemerintah temasuk maklumat Kapolri terkait upaya mencegah penyebaran virus corona. Khususnya mengurangi kegiatan berkumpul di tempat keramaian, termasuk alek.

Kapolsek Sungai Geringging Iptu Anazrul menuturkan, pembubaran pesta pernikahan dilakukan sekaligus mengimbau kepada pihak penyelenggara untuk meniadakan pesta yang menimbulkan keramaian. “Ada tiga keramaian yang dibubarkan, yaitu 2 pesta pernikahan dan 1 acara peletakan batu pada Jumat sore. Lokasinya di Korong Ladang Rimbo, Korong Kalawi dan Batu gadang,”
ujarnya.

Sebab sebelum kegiatan pihaknya juga telah menyampaikan kepada masyarakat untuk mengindahkan aturan pemerintah dan maklumat Kapolri dalam melaksanakan pernikahan hanya memberikan izin pelaksanaan akad nikah saja, tanpa diadakannya pesta pernikahan. “Namun ternyata tetap melaksanakan pesta. Sehingga memaksa pihak kepolisian untuk turun dan meminta kepada pelaksana untuk segera menghentikan acara pasta tersebut,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Pasar Sungai Geringging juga didatangi petugas agar masyarakat lebih cepat pulang dan berdiam diri dirumah. Pasalnya, supaya masyarakat terhindar dari wabah virus tersebut. “Sebelum meminta kepada penyelenggara untuk menghentikan kegiatan, kami sudah melakukan upaya persuasif dengan mengadakan sosialisasi dan penempelan pengumuman
dari Kapolri, namun tidak diindahkan. Maka dari itu kita bubarkan dan akhirnya penyelengara meniadakan acara,” ucapnya.

Iptu Anazrul mengimbau kepada masyarakat khusus di wilayah hukum Polsek Sungai Geringging untuk tetap mengikuti aturan Pemerintah Daerah dan Maklumat Kapolri jikalau hendak menggelar acara pernikahan ataupun acara lainya untuk tidak menimbulkan keramaian. “Kalau bukan dari kita sendiri dan masyarakat yang mencegah penyebaran virus covid-19 ini siapa lagi. Makanya kita harus ikuti aturan pemerintah dalam memerangi virus covid-19 ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis sudah mengeluarkan maklumat agar personelnya melakukan penertiban bagi orang yang masih berkumpul atau mengadakan acara di tengah wabah virus corona Covid-19. Pelanggarnya terancam akan dipenjara
selama 1 tahun jika tak mematuhi aturan tersebut. Begitu juga di Sumatra Barat.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Septianto mengatakan, Polri berhak menindak setiap orang yang melanggar dengan dasar 3 pasal sekaligus dengan ancaman penjara maksimal satu tahun. Berdasarkan atas maklumat Kapolri
tersebut, Polda Sumbar akan melakukan pembubaran juga terhadap acara yang mengundang massa banyak.

“Kami akan proses hukum dengan Pasal 212 KUHPidana, barangsiapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas bisa untuk kepentingan bangsa dan negara, dipidana. Kami tambahkan pasal 216 dan 218,” katanya.

Semua aktivitas yang mengundang massa banyak maupun kerumunan akan dilakukan pembubaran dengan tetap mengedepankan persuatif humanis. Bagi yang tidak mau atau melawan, akan ada tindakan hukum. “Tapi, kita akan terus menyarankan kepada masyarakat, jika ada helatan, hendaknya ditunda dahulu menjelang situasi ini kondusif,” jelasnya. (z)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional