Menu

Imbas Tidak Terima APK Ditertibkan, Massa Pendukung Erman Safar- Marfendi Serbu Bawaslu

  Dibaca : 98 kali
Imbas Tidak Terima APK Ditertibkan, Massa Pendukung Erman Safar- Marfendi Serbu Bawaslu
SERBU BAWASLU—Ratusan pendukung Erman Safar - Marfendi saat menyerbu Kantor Bawaslu Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO
Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bukittinggi akhirnya sepakat untuk kembali memasang Alat Peraga Kampanye (APK) dengan ratusan massa pendukung salah satu pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bukittinggi Erman Safar-Marfendi. Kesepatakan itu merupakan hasil mediasi yang dilakukan Bawaslu Kota Bukittinggi dengan tim pemenang paslon Erman Safar – Marfendi, pada Rabu (5/11) malam.

Dalam mediasi yang berlangsung hingga pukul 22.30 Wib itu, Ketua Bawaslu Bukittinggi Ruzy Haryadi mengatakan, pihaknya bersama KPU kota akan menyamakan persepsi terkait aturan pemasangan APK yang dibolehkan.Pihaknya juga mengatakan, bahwa penertiban APK yang dilakukannya pada Rabu sore bersama Satpol PP sudah sesuai aturan penertiban. “Jadi kedepannya kita akan menyatukan persepsi terkait aturan tersebut,” katanya. Ruzy pun mengimbau kepada tim paslon untuk memasang APK sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Sementara itu juru bicara tim pemenang paslon Erman Safar – Marfendi, Pindo menyebutkan, malam itu juga Bawaslu mengembalikan APK yang dicopot KPU dan akan dipasang kembali.

“Kita akan memasang kembali billboard yang sudah dicopot oleh Bawaslu,” ucapnya.

Pindo menambahkan, bahwa Bawaslu dan KPU sebagai penyelenggara Pilkada tidak memiliki persepsi yang sama karena dalam aturan PKPU Kampanye paslon membolehkan APK dalam bentuk billboard.

“Mestinya Bawaslu dan KPU lebih selektif dan komunikatif terkait aturan tahapan Pilkada. Intinya pemahaman KPU dan Bawaslu belum sama,” ungkapnya.

Pindo meminta kepada pihak Bawaslu, agar bersikap adil terhadap aturan yang ada.

Serbuan massa dari pasangan Erman Safar -Marfendi ke kantor Bawaslu Bukittinggi itu dipicu rasa tidak terima akibat APK Paslon yang mereka usung tersebut ditertibkan oleh Bawaslu dan petugas Satpol PP pada Rabu sore. Hal tersebut membuat tim pendukung meradang.

Kegeraman massa pendukung diwujudkan dengan mendatangi kantor Bawaslu di Belakang Balok oleh ratusan massa. Suasana dilokasipun memanas karena pendukung menyuarakan untuk mengganti ketua Bawaslu Bukittinggi. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pihak Bawaslu dan perwakilan massa akhirnya melakukan mediasi yang dihadiri pihak Polres Bukittinggi. Mediasi itu berlangsung hingga Rabu malam dengan kesepakatan jika APK yang di cabut akan dipasang kembali. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional