Menu

Ikut Rapid Test harus Membayar, Kapal Mentawai Fast Sepi Penumpang

  Dibaca : 448 kali
Ikut Rapid Test harus Membayar, Kapal Mentawai Fast Sepi Penumpang
MENTAWAI FAST— Kapal cepat Mentawai Fast sepi penumpang akibat pemberlakukan biaya rapid test ditanggung penumpang.

PADANG, METRO
Penumpang kapal cepat Mentawai Fast mengeluhkan tingginya biaya transportasi pulang dan pergi dari Kota Padang ke Kabupaten Kepulauan Mentawai. Tingginya biaya transportasi karena adanya biaya tambah rapid test.

Salah satu penumpang kapal cepat Mentawai Fast, Doni mengakui, dirinya terpaksa batal berhari raya Idul Adha 1441 H di kampung halamannya, karena tingginya biaya transportasi akibat adanya penambahan biaya rapid test ini.

“Pengen hati ingin berkumpul bersama orang tua. Namun keinginan saya ini kandas, karena adanya biaya tambahan rapid test. Apalagi saya adalah seorang mahasiswa. Rencana kami Idul Adha bersama orang tua tidak jadi. Ditambah lagi biaya kost kami di Padang naik melulu. Kami minta pemerintah supaya biaya rapid test ini ditanggung pemerintah atau ditiadakan,” tambah Doni.

Plt. Kepala KSOP Teluk Bayur, Simauel Darmawan mengatakan, penumpang kapal yang berangkat dari Kota Padang menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah kewenangan KSOP Teluk Bayur. “Terkait keberangkatan penumpang ini memang harus pakai rapid test, dan sesuai protokol kesehatan dan anjuran pemerintah,” tandasnya.

Sebelumnya, ada petunjuk dari Kementerian Perhubungan, selama ini penumpang kapal rapit test disubsidi pemerintah. Tapi sekarang tidak ada lagi subsidi, karena penumpang yang bayar sendiri biaya rapid test Rp150.000.

“Seluruh penumpang yang akan berangkat, tetap wajib dilakukan rapid test. Untuk itu, kita imbau pemilik perusahaan tetap mengikuti protokol kesehatan, sesuai dengan ajuran pemerintah. Baik dari Satgas maupun dari Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Direktur Mentawai Fast, William mengatakan, di masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi masyarakat sedang lagi susah. Dampaknya, banyak penumpang yang membatalkan keberangkatan, karena dengan adanya biaya tambahan rapid test sebesar Rp150 ribu yang ditanggung penumpang.

Diungkapkannya, sebelum ada biaya tambahan rapid test yang dibebani penumpang, dapat subsidi dari pemerintah. Sejak diberlakukan biaya rapid test ditanggung penumpang, mulai 1 Agustus 2020 lalu, penumpang kapal cepat Mentawai Fast menurun sampai 70 persen.

“Banyak penumpang yang membatalkan keberangkatan mereka. Kita pihak perusahaan meminta pada pemerintah, agar ditinjau lagi aturan ini. Apalagi kita membawa penumpang antar daerah dalam provinsi. Sebelum Covid-19, penumpang kita mencapai 250 penumpang. Pada masa pandemi Covid-19, rata- rata hanya memberangkatkan 40-60 penumpang,” pungkasnya. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional