Menu

Ijab Kabul di Padang Berlangsung di Bawah “Ancaman” Corona

  Dibaca : 502 kali
Ijab Kabul di Padang Berlangsung di Bawah “Ancaman” Corona
MINTA RESTU— Satu pasangan pengantin tetap melangsungkan pernikahan di tengah pandemi corona di Batang Kabung Ganting, Kototangah, Padang, Sabtu (28/3) pagi. Sang mempelai pria meminta restu orang tua jelang ijab kabul.

KUA: Maksimal Dihadiri 10 Orang
PADANG, METRO–Di tengah pandemi virus corona, proses akad nikah pasangan pengantin di Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kecamatan Kototangah, Kota Padang tetap dilangsungkan, Sabtu (28/3) pagi. Hanya saja, pihak Kantor Urusan Agama (KUA) Kototangah menerapkan aturan ketat, tuan rumah harus menyediakan hand sanitizer dan semua yang hadir harus memakai masker.

Selain itu, para tamu yang jumlahnya dibatasi harus mencuci tangan sebelum masuk ke ruangan pernikahan. Mereka juga diwajibkan memakai masker tanpa ada kecuali di sepanjang acara. Aturan ini memang sudah disepakati bersama antara KUA dengan pihak keluarga yang menyelenggarakan akad nikah.

Pasangan Ahmad dan Yori ini memang melangsungkan pernikahan dalam suasana haru dan hanya disaksikan 10 pasang mata saja. Terdiri dari lima orang perwakilan mempelai pria dan lima dari mempelai wanita. Proses ijab kabul terlihat lancar dan semua yang hadir seperti menetaskan air mata. Pernikahan yang telah direncanakan sejak lama itu terpaksa dilangsungkan di bawah ancaman virus corona nan mematikan.

Mempelai pria, Ahmad mengaku berterima kasih kepada KUA yang tetap datang meski dalam kondisi panik. Dai sempat mengaku ragu akan tetap dilangsungkannya pernikahan. Dia juga berterima kasih kepada kedua pihak mempelai yang tetap menjalankannya. “Alhamdulillah, terima kasih untuk semua yang terlibat dalam ijab kabul ini,” katanya yang sementara belum memikirkan kapan akan melaksanakan pesta pernikahan atau alek.

Kepala KAN Kototangah Ramlan mengatakan, seusai dengan surat edaran Menteri Agama, proses ijab kabul tetap bisa dilaksanakan. Hanya saja maksimal hanya dihadiri oleh lima perwakilan masing-masing mempelai saja, atau 10 orang keluarga inti.

Awalnya, kedua mempelai merencanakan akan menggelar resepsi pernikahan Minggu (29/3) di rumah mereka. Namun, karena adanya larangan dari pemerintah, maka rencana itu ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. “Kita minta kepada keluarga mempelai untuk sabar,” kata KUA. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional