Close

Identitas Mayat Mengapung di perairan Pulau Sao Terungkap, Korban Ternyata Mahasiswa yang 2 Hari Tak Pulang

PADANG, METRO–Identitas mayat laki-laki yang ditemukan oleh nelayan dalam kondisi me­ngapung di perairan Pulau Sao, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Senin (19/9) pukul 14.30 WIB, akhirnya terungkap.

Mayat tersebut adalah seorang mahasiswa di kampus yang dekat dengan lokasi temuan itu dan bernama Fauzan Ahmad Putra Nofzil (20), warga Tabing. Meski begitu, belum diketahui penyebab pasti korban meninggal hingga ditemukan mengambang di tengah laut.

Kapolsek Padang Utara AKP Mazwanda mengatakan, setelah berita tentang mayat ditemukan disebarluaskan di media sosial, salah seorang warga yang kehilangan sanak keluarganya mendatangi Polsek Padang Utara.

“Seorang ibu datang ke Polsek Padang Utara dan mengatakan bahwa anaknya sudah dua hari tidak pulang. Kami pun langsung membawa ibu tersebut ke ruang jenazah RSUP M Djamil Padang. Setelah dicek, sang ibu memastikan itu anaknya,” ujar AKP Mazwanda, Selasa (20/9).

Menurut AKP Mazwanda, setelah memastikan mayat itu anaknya, ibu korban dan keluarganya seketika pecah. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum dan menandatangani surat pernyataan tidak menuntut jika ada hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

“Menurut pihak keluarga, korban keluar dari rumah dan pergi mengendarai kendaraan roda dua, setelah itu tidak pulang. Keluarga sudah membawa jenazah korban ke rumah duka untuk dimakamkan,” ungkap AKP Mazwanda.

Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan oleh nelayan dalam kondisi mengapung di perairan dekat Pulau Sao Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Senin (19/9) sekitar pukul 14.30 WIB. Penemuan itu sontak membuat warga setempat dibuat geger.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang yang mendapat laporan adanya penemuan mayat mengapung itu, kemudian tiba di lokasi. Tim selanjutnya mendatangi lokasi penemuan mayat menggunakan perahu karet lalu mengevakuasi mayat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Endrizal mengatakan, mayat berjenis kelamin laki-laki ini pertama kali ditemukan Didik seorang nelayan yang sedang di kawasan Pulau Sao pukul 14.30 WIB.

“Kami mendapat informasi dari nelayan, lalu relawan kami melakukan pengecekan, setelah dicek ternyata memang benar ada sesosok mayat sudah terapung,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan, Endrizal bersama tim langsung menuju lokasi penemuan dan melakukan evakuasi terhadap sesosok mayat tersebut.

“Saya langsung memimpin pencarian. Penemuan mayat itu berlokasi sekitar tiga kilometer arah barat dari Mall Basko. Mayat tersebut sudah dievakuasi menggunakan perahu karet,” ujar Endrizal.

Menurut Hendrizal, saat proses evakuasi, mayat ditemukan dalam posisi tertelungkup di tengah laut. Mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Namun, identitas mayat hingga kini belum diketahui.

“Nama dan umur mayat itu kami belum mengetahui. Mayat itu kemudian diserahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi oleh pihak Kepolisian,” ujar Hendrizal. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top