Close

Ibu dan Anak jadi Bandar Sabu, BB Disimpan di Belakang Kaligrafi

Ilustrasi

PADANG, METRO – Ibu dan anak dibekuk Satresnarkoba Polresta Padang karena menjadi pengedar sabu di dua lokasi berbeda di Padang, Minggu (26/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Penangkapan berawal di sebuah rumah kos yang berada Jalan Ikan Mas, Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur.

Informasi yang diterima koran ini, penangkapan kedua pelaku berawal dari beredarnya informasi dari masyarakat adanya peredaran sabu di Kubu Dalam Parak Karakah. Polisi langsung bergerak ke rumah yang diketahui tempat kos itu. Petugas menemukan Riyan (24) sedang memaketkan sabu sebanyak empat paket.

Riyan dibawa ke Polresta Padang untuk diinterograsi awal. Dari nyanyian Riyan diketahui bahwa dia disuruh ibunya, Febri Yanti (52) untuk mengedarkan barang haram itu di Kota Padang. Polisi langsung mengarah ke rumah Febri Yanti Jalan M Thamrin, Parak Rumbio, Padang Selatan.

Di sana Febri Yanti sedang menunggu anaknya di ruang tamu. Polisi langsung bergerak masuk ke dalam rumah. Penggeledahan dilakukan selama satu jam. Disaksikan penduduk setempat dan RT, awalnya barang bukti tidak ditemukan.

Namun di saat petugas melihat lukisan kaligrafi di dinding rumah itu, alangkah kagetnya bahwa di belakang lukisan milik Febri Yanti ditemukan narkoba sebanyak 44 paket sedang. Polisi membawa ibu dan anak itu.

Kasatres Narkoba AKP Dadang Iskandar menjelaskan, ibu dan anak itu ditangkap di dua TKP berbeda. Anaknya ditangkap di kawasan Padang Timur di salah satu rumah kos. Sedangkan ibunya ditangkap di Padang Selatan.

”Diamankan juga 48 paket sedang sabu siap edar dari ibunya yang merupakan sebagai bandar. Sedangkan anaknya disuruh mengedarkan barang haram itu di seputaran Kota Padang,” ungkapnya.

Dijelaskan lagi, nampaknya narkoba sudah menjamur ke semua kalangan masyarakat. Lagi-lagi alasanya perekonomian, tetapi pekerjaan itu sudah salah dan bisa dihukum berat.

”Untuk ibu dan anak komplotan narkoba itu di kenakan Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Nakoba dengan ancaman di atas lima tahun penjara. Sekali lagi kita tidak main-main yang namanya narkoba tidak pandang bulu kita tangkap dan kita penjarakan,” ucap Dadang. (r)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top