Menu

Iba Melihat Ibu Jualan Berjalan Kaki, Pelajar SMP Nekat Mencuri Motor

  Dibaca : 1488 kali
Iba Melihat Ibu Jualan Berjalan Kaki, Pelajar SMP Nekat Mencuri Motor
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.
pencuri motor - posmetroweb

ilustrasi

SIJUNJUNG, METRO–Melihat setiap hari sang ibu berjualan sosis goreng ke sekolah-sekolah dengan berjalan kaki, memunculkan ide “gila” dibenak H (15). Pelajar di salah satu SMP di Sijunjung ini nekat mencuri sepeda motor dengan bantuan kunci T. Dengan motor pasti pekerjaan sang ibu lebih mudah, begitu pikiran remaja ini.

“Saya iba melihat ibu berjualan sosis dengan jalan kaki. Jika ada motor, tentu pekerjaan ibu lebih mudah,” ungkap H, ketika memberi keterangan, kepada penyidik Polres Sijunjung, Selasa (22/12).

Diceritakan H, pencurian dilakukan Jumat (18/12) lalu, sekitar pukul 19.30 WIB. Dibantu temannya, Rahman (20) alias Laman, warga Jorong Tarakat, Nagari Buluh Kasok, Kecamatan Lubuk Tarok, keduanya melakukan pengintaian. Target didapat. Seorang penjaga durian yang tengah menjaga durian di tepi jalan, di kawasan Nagari Kunangan Parik Rantang (Kunpar), Kecamatan Kamang Baru.

“Stang motor tidak terkunci. Kami mendorong motor itu dan menghidupkannya. Akan tetapi, setelah dicoba beberapa kali, tidak bisa. Sekitar 2 kilometer kami mendorong motor itu,” ungkap H.

Malang, rupanya pemilik motor, Firdaloni menyadari kendaraannya hilang. Bersama warga, korban melakukan pencarian. Saat mengetahui aksinya ketahuan, pelaku Laman yang tengah mengendarai motor curian langsung kabur dengan motor. Sedangkan, H yang mendorong melarikan diri ke dalam hutan.

“Kedua pelaku kabur. Namun, petugas dan warga berhasil menangkap keduanya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sijunjung Iptu Ardiansyah Rithas Hasibuan, kepada POSMETRO.

Dijelaskan Iptu Ardiansyah, karena H masih di bawah umur, remaja ini hanya diminta membuat surat perjanjian, disaksikan orang tua dan tokoh masyarakat. Sementara, pelaku bernama Rahman, menjalani pemeriksaan dan ditahan penyidik.
“Kita sudah meminta pengakuan dari H. Meski dia membuat alasan untuk membantu ibunya, itu adalah perbuatan yang salah. Kita sudah memberitahu dan menasehatinya. Jika ingin membantu ibu, harus dengan cara halal. Mencuri bukan solusi yang baik, karena melanggar hukum. Bahkan memperburuk keadaan bagi keluarga H,” ungkap Iptu Ardiansyah. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional