Close

HUT ke 76 Pemprov Sumbar, Pemko Pariaman Ikut Pameran Kuliner PKD 2021

FOTO BERSAMA—Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny Lucyanel Genius foto bersama.

PARIAMAN, METRO–Memperingati HUT ke-76 Sumatera Barat beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Pariaman melalui TP-PKK Kota Pariaman mengi­kuti pameran kuliner tra­disio­nal pada iven Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Provinsi Sumatera Barat tahun 2021. Pameran tersebut diikuti 14 Kabupaten/Kota se-Sumbar dengan menampilkan berbagai ku­liner khas Minangkabau yang berasal dari daerahnya masing-masing.

Kota Pariaman sendiri mengusung tema “Anak Daro Pai Manjalang” adalah prosesi kunjungan yang dilakukan oleh pengantin wanita (anak daro) kerumah pengantin pria (marapulai), sewaktu mela­ku­kan pernikahan/perhelatan dimana kerabat si anak daro menjunjung  juadah dikepalanya (kanji, aluwo, wajik, kipang, pinyaram) dan jamba (nasi dan beraneka sambal seperti gulai kapalo lauak, randang, gulai sampadeh, gulai jariang, anyang, dendeng, predel, dll), lapek koci, agar-agar dan kue-kue tradisional seperti ladu arai pinang, kue sapik, kue sagun, kue bolu ikan dan kue bawang.

“Hari ini kita ikut pameran kuliner tradisional, se­ka­ligus untuk mengenalkan makanan khas Kota Pariaman kepada masyarakat khu­susnya wisatawan se Sum­bar,” ujar Ketua TP-PKK Kota Pariaman, Ny Lucyanel Genius, kemarin. “Iven semacam ini sangat baik dilaksanakan untuk mengenalkan dan meles­ta­rikan kembali makanan tradisional khas daerah ma­sing-masing karena Sum­bar itu punya kuliner yang enak dan lezat ,” sam­bungnya.

Lucy menyebutkan, setiap daerah di Sumbar itu banyak makanan tradisionalnya, ada makanan sehari-hari dan ada pula makanan yang biasa disajikan pada saat prosesi adat istiadat seperti halnya adat budaya Kota Pariaman Anak Daro Pai Manjalang ini dan banyak lagi yang lainnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti mengatakan, Pameran Kuliner Tradisional ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan PKD Sumbar Tahun 2021 yang digelar selama lima hari dari tanggal 1 sampai dengan 5 Oktober 2021. “Tema makanannya tidak dibatasi oleh panitia, peserta dibebaskan membawa makanan apa saja yang penting khas dari daerah masing-masing ,” kata dia.

Ia menyebutkan, selain pameran kuliner ini, juga ada beberapa kegiatan lainnya seperti Pertunjukan Seni Multikultur dari lima etnies lainnya yaitu etnies Mandailing, Tionghoa, Mentawai, India, dan Nias, Pameran Jalur Rempah, Festival Sipak Rago, Tari Piriang Kreasi, Teater, Randai, Silek Galombang, Lomba Baju Kuruang Basiba, Forum Group Discussion (FGD) membahas permainan tradisional anak nagari, dan lainnya.

Acara ini bertema “Merawat Ingatan”. Tujuannya agar semua kita tidak lupa dengan budaya yang ada di Sumbar. Diharapkan dengan acara ini pergerakan dari pegiat seni budaya tetap terlaksana, apalagi sudah lama tidak ada kegiatan akibat pandemi Covid-19 ,” tutupnya Gemala.

Tidak hanya pameran kuliner tradisional, Kota Pariaman juga mengirim perwakilannya pada Lomba Teater dengan menampilkan karya berjudul Penjual Bendera, Lomba Tari Piriang Kreasi (Sanggar Mustika Minang Duo dan Sanggar Sintuah Pamikek), Lomba Randai, Lomba Silek Galombang dan Lomba Baju Kuruang Basiba. (efa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top