Menu

HUT Ke-17 Tahun Kabupaten Dharmasraya, Muda Usianya, Pesat Pembangunannya

  Dibaca : 394 kali
HUT Ke-17 Tahun Kabupaten Dharmasraya, Muda Usianya, Pesat Pembangunannya
Presiden RI Jokowi bersama Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

KINERJA pasangan Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan H. Amrizal Dt Rajo Medan selama 5 tahun terakhir mendapatkan apresiasi dari semua pihak, khususnya dari  masyarakat Dharmasraya. Betapa tidak, diusia yang baru memasuki 17 tahun pada 7 Januari 2021 itu, telah berhasil menjadi kabupaten 10 besar tingkat nasional.  Di tangan pemimpin muda ini berhasil membangun kabupaten paling ujung di Sumbar ini dalam waktu lima tahun terakhir. Bahkan pembangunan di Dharmasraya diprioritaskan sektor yang  bersentuhan langsung dengan penunjangan perekonomian.

Diketahui, pembangunan yang paling dirasakan mamfaatnya bagi masyarakat Dharmasraya dalam meningkatkan perekonomian adalah rampungnya Jalan Bukit Lantak, yang menembus akses Pulau Punjung – Timpeh, Jembatan Pulau yang menjadi akses vital bagi masyarakat seberang Batanghari, Jembatan Cable Stayed Sungai Dareh, Jalan Dua Jalur Pulaupunjung dan Koto Baru, Islamic Center. Selama ini, bentangan Sungai Batanghari tak lagi menjadi penghalang bagi 35.983 jiwa lebih warga yang berada di tiga kecamatan, (Kecamatan Timpeh, Padang Laweh dan Sitiung) dengan kehadiran Jembatan Pulai yang berdiri kokoh.

Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh masyarakat seberang Batanghari. Hadirnya Jembatan Pulai atau jembatan rangka baja senilai Rp 70 Milyar dari kucuran dana pemerintah pusat itu merupakan penantian masyarakat Dharmasraya selama puluhan tahun. “Jembatan dengan panjang sekitar 200 meter itu, adalah akses penting sekaligus urat nadi perekonomian bagi kami, “ kata Tokoh Masyarakat H. Sutrisno (63) didampingi Wali Nagari Ranah Palabi, Kecamatan Timpeh, Salman Alfarisi, saat ditemui dikediamannya baru baru ini.

Menurutnya, akses tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat setempat dan memiliki fungsi strategis dalam pengembangan ekonomi kerakyatatan disamping bisa dikembangkan sebagai ruas penghubung antara Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Riau melalui Dharmasraya dan Kabupaten Kuantan Sengingi. “Sejarah mencatat, setidaknya masyarakat daerah itu sudah menantikan kelancaran akses pasca menuanya bangunan lama jembatan Bailey milik Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) yang dipancangkan untuk pertama kalinya sejak satu dekade yang lalu,” ungkap Sutrisno.

Luapan bahagia juga diungkapkan tokoh masyarakat Jorong Sungai Tenang Nagari Ranah Palabi, M. Syafi’i (60). Katanya, dengan dioperasikannya bangunan baru jembatan tersebut merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Pemimpin yang Dekat dengan Presiden
Sutan Riska yang dikenal memiliki hubungan yang baik dengan pemerintahan pusat berhasil memanfaatkan hubungan baiknya tersebut. Bahkan Presiden Jokowi yang datang berkunjung 7 Februari 2018 lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR pun merealisasikan pembangunan bentangan jembatan gelagar besi dengan anggaran mencapai Rp 70 miliar. Selanjutnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan sejumlah proyek infrastruktur dan perumahan di Dharmasraya secara virtual melalui aplikasi zoom di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Setidaknya ada 10 hasil pembangunan yang dibangun Kementerian PUPR di Kabupaten Dharmasraya mulai dari pembangunan jembatan, jalan, instalasi pengolahan air minum serta rumah susun, rumah khusus dan bedah rumah masyarakat senilai Rp 227 miliar yang diresmikan. “Pembangunan infrastruktur tidak hanya dibangun di pusat-pusat kegiatan ekonomi atau perkotaan saja tetapi dibangun hingga ke plosok kawasan pedesaan. Hal ini juga menjadi amanah Presiden Joko Widodo untuk membangun infrastruktur untuk masyarakat Indonesia,” ungkap Basuki.

Basuki Hadimuljono menjelaskan, pada tahun 2019 lalu Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan yang penting untuk masyarakat di Kabupaten Dharmasraya berupa jembatan Cable Stayed Sungai Dareh, pelebaran jalan, Embung, pengendalian banjir, air minum, sanitasi, rumah susun, rumah swadaya dan rumah khusus. Beberapa proyek infrastruktur dan perumahan yang diresmikan tersebut antara lain, jembatan Cable Stayed Sungai Dareh sepanjang 200 meter senilai Rp 87,8 miliar, jembatan rangka baja Pulai sepanjang 200 meter senilai Rp 35,6 miliar, pelebaran jalan nasional (segmen Pulaupunjung dan Koto Baru sepanjang 1.500 meter senilai Rp 25 miliar, Embung Padang Roco Siluluk dan Sungai Duo senilai Rp 15 miliar, pengaman tebing Sungai Batang Piruko Koto Baru senilai Rp3,2 miliar, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Jorong Koto Harjo, Jorong Jaya Mulya dan Jorong Sungai Kalang I senilai Rp 1,56 miliar.

Selanjutnya, hasil pembangunan perumahan yang masuk dalam ‘Program Sejuta Rumah’ antara lain Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Sungai Rumbai sebanyak satu tower senilai Rp16,38 miliar, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk 1.505 unit rumah tidak layak huni senilai Rp26, 33 miliar dan 52 unit Rumah Khusus Sitiung senilai Rp6,19 miliar. “Rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 52 unit rumah khusus nelayan dan 1.505 unit BSPS merupakan wujud nyata komitmen pemerintah memberikan tempat tinggal atau hunian yang layak. Selain itu juga untuk mendukung pengembangan pembangunan dan ekonomi,” kata Basuki.

Rusunawa MBR mulai dibangun Agustus 2019 dan selesai di Maret 2020. Pembangunan Rusun yang terletak di Desa Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai ini menelan biaya Rp 16,38 miliar yang berasal dari APBN TA 2019. Rusunawa MBR tersebut dibangun sebanyak satu tower dan memiliki ketinggian tiga lantai serta unit hunian sebanyak 42 unit kamar tipe 36. Bangunan vertikal tersebut dapat menampung sekitar 168 orang.

Sedangkan rumah khusus nelayan MBR Dharmasraya mulai dibangun November 2018 dan selesai Desember 2019. Rumah Khusus Nelayan ini terletak di Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung dengan menelan biaya Rp 6,19 miliar. Rusus ini dibangun 52 unit rumah denfan tipe 28 Couple. Selanjutnya, untuk BSPS-MBR Dharmasraya tahun 2019 dan 2020 mendapatkan sebanyak 1.505 unit rumah bantuan. Dengan rincian, tahun 2019 sebanyak 1.005 unit dan tahun 2020 sebanyak 500 unit dan menelan biaya pembangunan senilai Rp 16,35 miliar.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, berterimakasih atas bantuan pembangunan infrastruktur dan perumahan yang dibangun Kementerian PUPR di daerahnya. Menurutnya, adanya proyek Kementerian PUPR secara tidak langsung akan mendorong kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah. “Kami siap mendukung pembangunan infrastruktur agar Dharmasraya bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Adanya pembangunan infrastruktur yang telah selesai ini akan kami manfaatkan untuk masyarakat,” harap Sutan.

Di usia 17 tahun, Dharmasraya telah mengalami pertumbuhan yang pesat pada semua bidang kehidupan. Secara realistis, dapat dilihat pemekaran wilayah telah menjadi pintu masuk untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Dalam lima tahun masa kepemimpinan dia bersama wabup, telah melakukan berbagai program dan kegiatan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Yakni,di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Selain itu, juga ada pembangunan Masjid Agung Dharmasraya di Gunung Medan, pembangunan Gardu Induk 20Kv di Sungai Rumbai, pembangunan Sentra IKM Logam di Gunung Medan, pembangunan pasar rakyat,  serta pelaksanaan replanting perkebunan sawit seluas 5.063,29 ha . Sutan berterimakasih kepada masyarakat yang kembali memberikan kepercayaan kepada dirinya dalam memimpin Dharmasraya periode 2021-2024, berpasangan dengan H. Dasril Panin Dt Labuan. (g)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional